PLN berupaya bebaskan lahan 938 menara SUTT
Senin, 7 Maret 2016 8:02 WIB
Ilustrasi - Perbaikan jaringan SUTT (1)
Mataram (Antara NTB) - PT Perusahaan Listrik Negara masih berupaya membebaskan lahan untuk 938 menara jaringan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
"Kami usahakan tuntas pada 2016," kata Manajer Hukum Komunikasi dan Pertanahan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Proyek (UIP) XI Jaringan Nusa Tenggara, Amiruddin Ginting.
Ia menyebutkan, lahan yang belum selesai pembebasannya merupakan bagian dari lahan untuk 2.223 menara jaringan kelistrikan sistem Lombok dan Sumbawa, di Provinsi NTB, dan NTT.
Lahan yang masih diupayakan pembebasannya tersebar masing-masing 118 di Pulau Lombok dan 399 di Pulau Sumbawa serta 421, NTT.
"Lahan itu ada yang berada di hutan, milik pemerintah daerah dan masyarakat. Jadi berbeda-beda cara penyelesaiannya," ujar Amiruddin.
Mekanisme penyelesaian di kawasan hutan memerlukan upaya khusus untuk mendapatkan izin penggunaan lahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Begitu juga dengan penyelesaian masalah lahan milik pemerintah daerah dilakukan melalui upaya musyawarah.
Sementara penyelesaian lahan milik masyarakat, lanjut Amiruddin, membutuhkan kerja sama berbagai pihak, terutama aparatur pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
"Penyelesaian lahan milik masyarakat, kami tempuh dengan pendekatan dan sosialisasi di tingkat bawah bersama pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten," ucapnya.
Menurut dia, proses penyelesaian masalah lahan di tingkat masyarakat kendalanya lebih kepada sosial masyarakat. Sebab, lahan yang akan dibebaskan ada yang menjadi aset desa, tanah wakaf dan tanah milik koperasi.
Pembebasan harus dimusyawarahkan dulu dengan anggota masyarakat secara keseluruhan yang terkait dengan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan SUTT.
"Kami terus melakukan pendekatan kepada masyarakat, bahwa program kelistrikan ini untuk kepentingan masyarakat banyak dan anak cucu kita pada masa mendatang," kata Amiruddin didampingi mantan Direktur Manajer PLN UIP XI Jaringan Nusa Tenggara, Suradji. (*)
"Kami usahakan tuntas pada 2016," kata Manajer Hukum Komunikasi dan Pertanahan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Proyek (UIP) XI Jaringan Nusa Tenggara, Amiruddin Ginting.
Ia menyebutkan, lahan yang belum selesai pembebasannya merupakan bagian dari lahan untuk 2.223 menara jaringan kelistrikan sistem Lombok dan Sumbawa, di Provinsi NTB, dan NTT.
Lahan yang masih diupayakan pembebasannya tersebar masing-masing 118 di Pulau Lombok dan 399 di Pulau Sumbawa serta 421, NTT.
"Lahan itu ada yang berada di hutan, milik pemerintah daerah dan masyarakat. Jadi berbeda-beda cara penyelesaiannya," ujar Amiruddin.
Mekanisme penyelesaian di kawasan hutan memerlukan upaya khusus untuk mendapatkan izin penggunaan lahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Begitu juga dengan penyelesaian masalah lahan milik pemerintah daerah dilakukan melalui upaya musyawarah.
Sementara penyelesaian lahan milik masyarakat, lanjut Amiruddin, membutuhkan kerja sama berbagai pihak, terutama aparatur pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
"Penyelesaian lahan milik masyarakat, kami tempuh dengan pendekatan dan sosialisasi di tingkat bawah bersama pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten," ucapnya.
Menurut dia, proses penyelesaian masalah lahan di tingkat masyarakat kendalanya lebih kepada sosial masyarakat. Sebab, lahan yang akan dibebaskan ada yang menjadi aset desa, tanah wakaf dan tanah milik koperasi.
Pembebasan harus dimusyawarahkan dulu dengan anggota masyarakat secara keseluruhan yang terkait dengan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan SUTT.
"Kami terus melakukan pendekatan kepada masyarakat, bahwa program kelistrikan ini untuk kepentingan masyarakat banyak dan anak cucu kita pada masa mendatang," kata Amiruddin didampingi mantan Direktur Manajer PLN UIP XI Jaringan Nusa Tenggara, Suradji. (*)
Pewarta :
Editor : Awaludin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim PLN UPP Nusra lanjutkan pemberkasan ruang bebas SUTT 150 kV Jeranjang-Sekotong
29 March 2025 19:14 WIB
SUTT PLTMG Flores-GI Labuan Bajo berhasil energize, sistem kelistrikan NTT makin andal
09 October 2024 23:32 WIB, 2024
PLN UIP Nusra selesaikan pembayaran kompensasi tahap pertama lahan SUTT PLTMG Flores
14 May 2024 21:00 WIB, 2024
PLN sebutkan pengoperasian SUTT Andoolo-Kasipute optimalkan energi bersih
28 December 2021 18:54 WIB, 2021
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024