Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengembangkan kawasan wisata sejarah dengan segera melakukan revitalisasi bekas Kantor Dagang Inggris dan pasar yang lokasinya di pusat kota di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

"Selain eks Kantor Dagang Inggris atau yang biasa dikenal dengan Asrama Inggrisan, Kementerian PUPR akan memugar Pasar Banyuwangi yang juga bangunan bersejarah. Anggarannya juga sudah disiapkan, pelaksanaannya tahun depan. Insya Allah lancar, mohon doa dan dukungan masyarakat," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Jatim, Minggu.

Dia menjelaskan, Pemkab Banyuwangi telah bertemu dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada awal September lalu, dimana dari pertemuan itu Kementerian PUPR menyatakan akan membiayai revitalisasi Asrama Inggrisan dan Pasar Banyuwangi (bangunan bersejarah).

Bupati Ipuk meyakini revitalisasi Pasar Banyuwangi akan memperkuat daya tarik wisata, mengingat letak pasar induk ini berada tepat di pusat kota Banyuwangi. Selain itu, di dekat pasar juga terdapat bangunan cagar budaya bekas kantor Kamar Dagang Inggris.

"Harapannya, dengan revitalisasi ini akan meningkatkan kunjungan orang ke pasar, sehingga pasar bisa benar-benar menjadi pusat perbelanjaan yang menjanjikan bagi para pedagangnya serta nyaman bagi para pembelinya," tutur Ipuk.

Bupati Ipuk mengaku sebelumnya juga telah menggelar pertemuan dengan para pedagang pasar di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, dan menjelaskan konsep pasar ke depan, pasar yang tidak hanya untuk tempat berbelanja harian, namun bisa menjadi destinasi wisata.

"Bila bangunan pasarnya menarik, tertata rapi, dan nyaman, pasti akan dikunjungi banyak orang, baik warga yang akan belanja, maupun berwisata. Tentu ini bisa menambah pendapatan pedagang," ujar dia.

Ipuk menambahkan, pekan lalu tim Kementerian PUPR telah datang dan melakukan survei pelaksanaan revitalisasi Asrama Inggrisan dan Pasar Banyuwangi, dan Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR juga telah memaparkan rencana revitalisasi Pasar Banyuwangi.

Dalam paparannya, pembangunan akan tetap mempertahankan bagian depan bangunan asli, karena pintu gerbangnya adalah bangunan bersejarah. Pasar Banyuwangi nantinya bangunan bagian depan yang termasuk cagar budaya hanya akan direvitalisasi, sedangkan bagian belakang bidak-bidak pedagang yang beratap seng akan dibongkar, kemudian dibangun kembali dengan lebih modern namun tetap mengadopsi arsitektur lokal (Osing).

Bangunan pasar tersebut, gedung utamanya akan dibangun dua lantai, di lantai atas atas pasar basah, pasar kering dan area kuliner. Juga dilengkapi dengan gedung parkir yang dibangun tiga lantai.

Baca juga: Rumah lahir Bung Karno menjadi wisata sejarah baru di Surabaya
Baca juga: Jejak sejarah Lawang Sewu

Sementara itu, Sekda Pemkab Banyuwangi Mujiono menjelaskan bahwa saat ini pemkab telah menyiapkan sejumlah hal untuk mendukung kelancaran proses revitalisasi.

"Pemkab juga sudah menyiapkan anggaran untuk relokasi serta pembongkaran pasar. Harapan kami, pengerjaan revitalisasi pasar bisa segera dilaksanakan," kata Mujiono.

 

Pewarta : Novi Husdinariyanto
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024