DPRD Nilai Workshop di Jakarta Hamburkan Uang
Kamis, 19 Mei 2016 16:06 WIB
Mataram (Antara NTB) - Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat HMS Kasdiono mengaku kecewa dan menilai pelaksanaan kegiatan workshop dalam rangka peningkatan kapasitas anggota legislatif yang dilangsungkan selama tiga hari di Jakarta, hanya menghambur-hamburkan uang.
"Kita kecewa dengan kegiatan itu," kata Kasdiono di Mataram, Rabu.
Menurut dia, kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 13-15 Mei di Jakarta itu, tidak berkualitas dan bermanfaat. Sebab, mulai dari penyajian materi, nara sumber hingga penyelenggara kegiatan sangat tidak baik dan mengecewakan.
"Boleh dikatakan kegiatan ini amburadul," ujarnya.
Senada dengan Kasdiono, anggota Komisi V DPRD NTB Hj Suryahartin juga mengaku kecewa dengan pelaksanaan workshop tersebut. Sebab, kegiatan dengan agenda peningkatan kapasitas anggota DPRD itu, ternyata tidak ubahnya seperti pelajaran di sekolah.
"Kami melihat dari sisi kualitas dan manfaat yang bisa di petik dari kegiatan itu hampir tidak ada," ucap politisi Nasdem ini.
Bahkan, ia menilai, jika ada usulan seperti itu lagi, dirinya menegaskan akan menentangnya.
"Kalau ada seperti itu lagi, saya usul lebih baik ditiadakan saja. Karena buang-buang anggaran," tegas Suryahartin.
Hal serupa juga diutarakan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD NTB H Hamja yang mengatakan pelaksanaan workshop di Jakarta itu adalah yang terburuk pernah diikutinya.
"Buruk ini, dari sisi tempat, mulai pelayanan, isi materi diskusi, tidak jelas, nara sumber saat memberikan penjelasan tidak nyambung," ucapnya.
Ke depan, pihaknya berharap agenda DPRD maupun kunjungan ke luar daerah bisa lebih ditata, sehingga saat implementasikan di lapangan bisa dirasakan oleh seluruh anggota DPRD NTB.
"Ini harus segera dikoreksi. Karena kalau seperti ini kita seperti menghamburkan uang rakyat," ujar Hamja. (*)
"Kita kecewa dengan kegiatan itu," kata Kasdiono di Mataram, Rabu.
Menurut dia, kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 13-15 Mei di Jakarta itu, tidak berkualitas dan bermanfaat. Sebab, mulai dari penyajian materi, nara sumber hingga penyelenggara kegiatan sangat tidak baik dan mengecewakan.
"Boleh dikatakan kegiatan ini amburadul," ujarnya.
Senada dengan Kasdiono, anggota Komisi V DPRD NTB Hj Suryahartin juga mengaku kecewa dengan pelaksanaan workshop tersebut. Sebab, kegiatan dengan agenda peningkatan kapasitas anggota DPRD itu, ternyata tidak ubahnya seperti pelajaran di sekolah.
"Kami melihat dari sisi kualitas dan manfaat yang bisa di petik dari kegiatan itu hampir tidak ada," ucap politisi Nasdem ini.
Bahkan, ia menilai, jika ada usulan seperti itu lagi, dirinya menegaskan akan menentangnya.
"Kalau ada seperti itu lagi, saya usul lebih baik ditiadakan saja. Karena buang-buang anggaran," tegas Suryahartin.
Hal serupa juga diutarakan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD NTB H Hamja yang mengatakan pelaksanaan workshop di Jakarta itu adalah yang terburuk pernah diikutinya.
"Buruk ini, dari sisi tempat, mulai pelayanan, isi materi diskusi, tidak jelas, nara sumber saat memberikan penjelasan tidak nyambung," ucapnya.
Ke depan, pihaknya berharap agenda DPRD maupun kunjungan ke luar daerah bisa lebih ditata, sehingga saat implementasikan di lapangan bisa dirasakan oleh seluruh anggota DPRD NTB.
"Ini harus segera dikoreksi. Karena kalau seperti ini kita seperti menghamburkan uang rakyat," ujar Hamja. (*)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Solidaritas Perempuan Mataram serahkan draft tandingan Raperda PMI ke DPRD NTB
12 September 2026 12:42 WIB
21 jabatan kosong di Pemprov NTB, DPRD desak segera diisi sebelum Oktober
01 September 2026 11:42 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Saksi sidang korupsi Poltekkes Mataram mengungkap ada barang tak berguna
04 January 2024 17:48 WIB, 2024