KKP targetkan jumlah auditor 1.000 orang
Jumat, 27 Mei 2016 6:42 WIB
Ilustrasi - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti (kanan) didampingi Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto (kedua kanan) menebarkan benih udang di Sungai Ciseel, Desa Ciganjeng, Pangandaran, Jawa Barat. (1)
Mataram (Antara NTB) - Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan jumlah auditor bertambah dari 700 menjadi 1.000 orang pada 2016 yang melakukan sertifikasi cara budidaya ikan yang baik.
"Kami ingin jumlah pembina bertambah dan auditor bertambah karena jumlah pembudidaya naik, produksi naik, ekspor naik dan jumlah ikan dikonsumsi naik," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto, di Mataram.
Hal itu dikatakan pada acara rapat koordinasi sertifikasi cara budidaya ikan yang baik (CBIB), yang diikuti 250 pejabat sektor kelautan dan perikanan dari KKP dan 34 provinsi se-Indonesia.
Ia mengatakan, para auditor yang ada saat ini berasal dari unit pelaksana teknis (UPT) yang ada di daerah-daerah dan dari Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi serta kabupaten/kota.
Ke depan, lanjut Slamet, dibutuhkan auditor handal dari perguruan tinggi dan kalangan swasta untuk mencapai target 1.000 auditor perikanan budidaya.
"Pada prinsipnya kalangan swasta bisa dilibatkan menjadi auditor, tentu mereka nanti diberikan pelatihan auditor," ujarnya.
Dengan bertambahnya jumlah auditor secara signifikan, KKP berharap target penerbitan 10.980 sertifikat CBIB pada 2016 bisa tercapai.
Slamet menjelaskan, sertifikasi CBIB merupakan kegiatan pemberian sertifikat melalui penilaian kesesuaian yang dipersyaratkan dalam cara budidaya ikan yang baik.
Sertifikat CBIB berupa surat keterangan yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP bagi unit usaha pembesaran ikan yang menyatakan bahwa unit pembesaran ikan telah memenuhi persyaratan CBIB.
Tujuan sertifikasi, yakni memberikan jaminan penerapan CBIB dalam unit usaha budidaya telah memenuhi persyaratan. Sertifikasi CBIB yang obyektif dan transparan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan produsen dan konsumen dan pada gilirannya akan meningkatkan daya saing produk perikanan budidaya Indonesia.
"Saya berharap melalui rapat koordinasi ini ada masukan yang bisa dihasilkan untuk bisa acuan terutama untuk perbaikan ke depan dalam rangka percepatan sertifikasi karena tantangan pasar bebas ASEAN sudah dimulai," ujarnya. (*)
"Kami ingin jumlah pembina bertambah dan auditor bertambah karena jumlah pembudidaya naik, produksi naik, ekspor naik dan jumlah ikan dikonsumsi naik," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto, di Mataram.
Hal itu dikatakan pada acara rapat koordinasi sertifikasi cara budidaya ikan yang baik (CBIB), yang diikuti 250 pejabat sektor kelautan dan perikanan dari KKP dan 34 provinsi se-Indonesia.
Ia mengatakan, para auditor yang ada saat ini berasal dari unit pelaksana teknis (UPT) yang ada di daerah-daerah dan dari Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi serta kabupaten/kota.
Ke depan, lanjut Slamet, dibutuhkan auditor handal dari perguruan tinggi dan kalangan swasta untuk mencapai target 1.000 auditor perikanan budidaya.
"Pada prinsipnya kalangan swasta bisa dilibatkan menjadi auditor, tentu mereka nanti diberikan pelatihan auditor," ujarnya.
Dengan bertambahnya jumlah auditor secara signifikan, KKP berharap target penerbitan 10.980 sertifikat CBIB pada 2016 bisa tercapai.
Slamet menjelaskan, sertifikasi CBIB merupakan kegiatan pemberian sertifikat melalui penilaian kesesuaian yang dipersyaratkan dalam cara budidaya ikan yang baik.
Sertifikat CBIB berupa surat keterangan yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP bagi unit usaha pembesaran ikan yang menyatakan bahwa unit pembesaran ikan telah memenuhi persyaratan CBIB.
Tujuan sertifikasi, yakni memberikan jaminan penerapan CBIB dalam unit usaha budidaya telah memenuhi persyaratan. Sertifikasi CBIB yang obyektif dan transparan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan produsen dan konsumen dan pada gilirannya akan meningkatkan daya saing produk perikanan budidaya Indonesia.
"Saya berharap melalui rapat koordinasi ini ada masukan yang bisa dihasilkan untuk bisa acuan terutama untuk perbaikan ke depan dalam rangka percepatan sertifikasi karena tantangan pasar bebas ASEAN sudah dimulai," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor : Awaludin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bukan kolam ikan, Ini jalan antar dusun di Lombok Tengah rusak bertahun-tahun
03 February 2026 20:28 WIB
Jelang Ramadhan, Senator Mirah dorong distribusi ikan dan stabilisasi harga di NTB
29 January 2026 18:46 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024