DLH Mataram mengaktifkan patroli satgas antisipasi pohon tumbang
Kamis, 23 November 2023 18:05 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi. (ANTARA/Nirkomala)
Mataram (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengaktifkan patroli satuan tugas (satgas) untuk mengantisipasi dan menangani pohon tumbang selama menghadapi cuaca ekstrem.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Kamis, mengatakan satgas DLH kini lebih aktif patroli sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
"Satgas kita bagi menjadi empat tim disebar di enam kecamatan. Tim ini akan turun secara penuh ketika ada bencana pohon tumbang terutama pada akses jalur utama," katanya.
Menurut dia, jumlah pohon tumbang yang terjadi selama beberapa pekan terakhir akibat hujan lebat dan angin kencang sekitar 20 pohon yang dipicu kondisi akar kurang kuat dan angin terlalu kencang.
"Namun, sejauh ini puluhan pohon tumbang itu dapat ditangani dengan cepat oleh satgas kami," katanya.
Dalam penanganannya, lanjut Denny, pohon-pohon yang tumbang akan langsung ditangani oleh satgas dengan berbagai peralatan, apalagi pohon yang tumbang sampai menghalangi ruas jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas.
Oleh karena itu, ketika ada laporan pohon tumbang, petugas DLH langsung menuju lokasi untuk memotong dan menyingkirkan batang pohon ke pinggir jalan agar lalu lintas bisa berjalan normal.
"Setelah itu, barulah kita angkut dan pembersihan areal di sekitarnya dan pohon-pohon yang tumbang itu akan kita ganti dengan jenis yang sama," katanya.
Dalam mengantisipasi pohon tumbang, kata Denny, DLH mengoptimalkan peran satgas sebab selain bertugas patroli, mereka juga melihat kondisi pohon yang rawan tumbang terutama pohon yang memiliki beban berat karena terlalu rimbun untuk dilakukan perantingan.
Perantingan dilakukan terhadap pohon pelindung untuk mengurangi beban ketika terjadi angin kencang. "Kita hanya bisa melakukan langkah antisipasi, karena namanya musibah di luar kendali kita," katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Kamis, mengatakan satgas DLH kini lebih aktif patroli sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
"Satgas kita bagi menjadi empat tim disebar di enam kecamatan. Tim ini akan turun secara penuh ketika ada bencana pohon tumbang terutama pada akses jalur utama," katanya.
Menurut dia, jumlah pohon tumbang yang terjadi selama beberapa pekan terakhir akibat hujan lebat dan angin kencang sekitar 20 pohon yang dipicu kondisi akar kurang kuat dan angin terlalu kencang.
"Namun, sejauh ini puluhan pohon tumbang itu dapat ditangani dengan cepat oleh satgas kami," katanya.
Dalam penanganannya, lanjut Denny, pohon-pohon yang tumbang akan langsung ditangani oleh satgas dengan berbagai peralatan, apalagi pohon yang tumbang sampai menghalangi ruas jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas.
Oleh karena itu, ketika ada laporan pohon tumbang, petugas DLH langsung menuju lokasi untuk memotong dan menyingkirkan batang pohon ke pinggir jalan agar lalu lintas bisa berjalan normal.
"Setelah itu, barulah kita angkut dan pembersihan areal di sekitarnya dan pohon-pohon yang tumbang itu akan kita ganti dengan jenis yang sama," katanya.
Dalam mengantisipasi pohon tumbang, kata Denny, DLH mengoptimalkan peran satgas sebab selain bertugas patroli, mereka juga melihat kondisi pohon yang rawan tumbang terutama pohon yang memiliki beban berat karena terlalu rimbun untuk dilakukan perantingan.
Perantingan dilakukan terhadap pohon pelindung untuk mengurangi beban ketika terjadi angin kencang. "Kita hanya bisa melakukan langkah antisipasi, karena namanya musibah di luar kendali kita," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler: Ngabuburit, 13 pengedar sabu dibekuk di Bima, Banjir Tambora hingga Real Madrid tumbang
23 February 2026 7:04 WIB
Antisipasi banjir susulan, Kayu tumbang di Sungai Jangkuk Mataram diangkat
26 January 2026 15:25 WIB
Terpopuler - Lingkungan
Lihat Juga
FKIJK NTB dan MIM Foundation salurkan genset bagi penyintas banjir di Aceh
02 January 2026 15:01 WIB
Gunung Semeru hari ini alami 16 kali erupsi, tinggi letusan capai 1.100 meter
03 December 2025 10:28 WIB
Sembilan orang terseret banjir bandang di Agam, Sumatera Barat masih dalam pencarian
28 November 2025 13:35 WIB
BMKG prediksikan puncak musim hujan di Sulteng September hingga April 2026
16 September 2025 15:52 WIB