Kapolda NTB menyiagakan 1.278 personel amankan Nataru
Kamis, 14 Desember 2023 20:49 WIB
Kapolda NTB Irjen Pol. Raden Umar Faroq. (ANTARA/Dhimas B.P.)
Mataram (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah(Polda) Nusa Tenggara Barat, Inspektur Jenderal Polisi Raden Umar Faroq menyiagakan sebanyak 1.278 personel untuk mengamankan situasi saat perayaan Natal Tahun 2023 dan Tahun Baru 2024.
"Sesuai dengan amanah Kapolda NTB, 1.278 personel pengamanan ini berasal dari Polda NTB dan seluruh jajaran Polres kabupaten/kota," kata Kepala Biro Operasi Polda NTB Kombes Pol. Abu Bakar Tertusi di Mataram, Kamis.
Dalam perincian jumlah 1.278 personel yang bertugas, 345 personel berasal dari Polda NTB dan 933 personel yang berada di seluruh area tugas kabupaten/kota.
"Sisanya, 52 personel dari kalangan pejabat umum yang terlibat dalam Operasi Mantap Bratha Polda NTB," ujarnya.
Sebagai amanah kepada personel yang bertugas, jelas dia, Kapolda NTB menekankan untuk melaksanakan giat pengamanan berdasarkan eskalasi gangguan keamanan.
"Indikator pengamanan harus melihat tingkat aktivitas masyarakat, baik di tempat ibadah maupun sentra keramaian seperti di objek wisata dan pusat perbelanjaan," ucap dia.
Kapolda NTB juga menaruh perhatian terhadap peristiwa penangkapan tujuh warga yang diduga terlibat dalam aksi terorisme oleh Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror pada dua bulan terakhir.
Baca juga: Pelita Air siapkan 11 pesawat libur Nataru
Baca juga: Polresta Mataram menyita 142 poket sabu-sabu dari residivis narkotika
Tujuh warga tersebut diduga akan melancarkan aksi teror pada momentum Nataru dan Pemilu 2024. Aksi demikian diminta menjadi perhatian seluruh personel, baik dalam hal keselamatan diri saat bertugas maupun masyarakat.
"Sesuai dengan amanah Kapolda NTB, 1.278 personel pengamanan ini berasal dari Polda NTB dan seluruh jajaran Polres kabupaten/kota," kata Kepala Biro Operasi Polda NTB Kombes Pol. Abu Bakar Tertusi di Mataram, Kamis.
Dalam perincian jumlah 1.278 personel yang bertugas, 345 personel berasal dari Polda NTB dan 933 personel yang berada di seluruh area tugas kabupaten/kota.
"Sisanya, 52 personel dari kalangan pejabat umum yang terlibat dalam Operasi Mantap Bratha Polda NTB," ujarnya.
Sebagai amanah kepada personel yang bertugas, jelas dia, Kapolda NTB menekankan untuk melaksanakan giat pengamanan berdasarkan eskalasi gangguan keamanan.
"Indikator pengamanan harus melihat tingkat aktivitas masyarakat, baik di tempat ibadah maupun sentra keramaian seperti di objek wisata dan pusat perbelanjaan," ucap dia.
Kapolda NTB juga menaruh perhatian terhadap peristiwa penangkapan tujuh warga yang diduga terlibat dalam aksi terorisme oleh Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror pada dua bulan terakhir.
Baca juga: Pelita Air siapkan 11 pesawat libur Nataru
Baca juga: Polresta Mataram menyita 142 poket sabu-sabu dari residivis narkotika
Tujuh warga tersebut diduga akan melancarkan aksi teror pada momentum Nataru dan Pemilu 2024. Aksi demikian diminta menjadi perhatian seluruh personel, baik dalam hal keselamatan diri saat bertugas maupun masyarakat.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024