Biden usulkan gencatan senjata, Netanyahu ucap perang berlanjut
Sabtu, 1 Juni 2024 16:27 WIB
Arsip - Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (ANTARA/Anadolu/aa)
Ankara (ANTARA) - Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Jumat (31/5), menegaskan kembali niatnya untuk melanjutkan serangan di Jalur Gaza sampai semua tujuan perang Tel Aviv tercapai.
Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan usulan gencatan senjata baru yang menurutnya disetujui Israel, dan mendesak kelompok Palestina Hamas menerimanya.
Kantor Netanyahu mengatakan, "perang tidak akan berakhir sampai semua tujuannya tercapai, termasuk kembalinya semua sandera kami dan penghapusan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas."
Baca juga: Presiden AS: Israel tawarkan proposal tiga tahap kepada Hamas
Namun, kantor PM Israel menambahkan bahwa Netanyahu telah memberi wewenang kepada tim perunding Israel untuk "menyajikan garis besar guna mencapai tujuan ini," terkait pembebasan para sandera.
"Garis besar yang diusulkan Israel, termasuk transisi bersyarat dari tahap ke tahap, memungkinkan Israel untuk mempertahankan prinsip-prinsip ini," simpul pernyataan itu.
Usulan tersebut yang diumumkan oleh Biden, mencakup tiga tahap, tahap pertama mencakup gencatan senjata penuh, penarikan pasukan Israel dari daerah berpenduduk di Gaza, dan pertukaran tahanan.
Baca juga: Uni Eropa dukung Biden usulkan gencatan senjata Gaza
Baca juga: Indonesia kecam keras serangan Israel di Rafah Palestina
Israel telah menewaskan lebih dari 36 ribu warga Palestina di Gaza sejak serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober 2023 yang merenggut nyawa sebanyak 1.200 orang dan sekitar 250 orang disandera.
Sebanyak 105 tawanan dibebaskan sebagai bagian dari gencatan senjata singkat pada November dengan imbalan 240 tahanan Palestina.
Sekitar 125 orang masih ditawan, dan banyak dari mereka diyakini tewas akibat serangan udara Israel.
Pembicaraan tidak langsung antara Israel dan Hamas, yang dimediasi oleh AS, Qatar dan Mesir, sejauh ini gagal mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata permanen.
Sumber: Anadolu
Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan usulan gencatan senjata baru yang menurutnya disetujui Israel, dan mendesak kelompok Palestina Hamas menerimanya.
Kantor Netanyahu mengatakan, "perang tidak akan berakhir sampai semua tujuannya tercapai, termasuk kembalinya semua sandera kami dan penghapusan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas."
Baca juga: Presiden AS: Israel tawarkan proposal tiga tahap kepada Hamas
Namun, kantor PM Israel menambahkan bahwa Netanyahu telah memberi wewenang kepada tim perunding Israel untuk "menyajikan garis besar guna mencapai tujuan ini," terkait pembebasan para sandera.
"Garis besar yang diusulkan Israel, termasuk transisi bersyarat dari tahap ke tahap, memungkinkan Israel untuk mempertahankan prinsip-prinsip ini," simpul pernyataan itu.
Usulan tersebut yang diumumkan oleh Biden, mencakup tiga tahap, tahap pertama mencakup gencatan senjata penuh, penarikan pasukan Israel dari daerah berpenduduk di Gaza, dan pertukaran tahanan.
Baca juga: Uni Eropa dukung Biden usulkan gencatan senjata Gaza
Baca juga: Indonesia kecam keras serangan Israel di Rafah Palestina
Israel telah menewaskan lebih dari 36 ribu warga Palestina di Gaza sejak serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober 2023 yang merenggut nyawa sebanyak 1.200 orang dan sekitar 250 orang disandera.
Sebanyak 105 tawanan dibebaskan sebagai bagian dari gencatan senjata singkat pada November dengan imbalan 240 tahanan Palestina.
Sekitar 125 orang masih ditawan, dan banyak dari mereka diyakini tewas akibat serangan udara Israel.
Pembicaraan tidak langsung antara Israel dan Hamas, yang dimediasi oleh AS, Qatar dan Mesir, sejauh ini gagal mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata permanen.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Cindy Frishanti Octavia
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gus Yahya ingatkan Prabowo: Jangan sampai kebijakan Indonesia rugikan Palestina
03 February 2026 22:42 WIB
MUI minta Indonesia mundur dari Dewan Perdamaian, Pemerintah pilih dialog
02 February 2026 18:36 WIB
DPR nilai Board of Peace menjadi jalur diplomasi alternatif Indonesia untuk Gaza
28 January 2026 4:01 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Pemerintah China menerapkan kebijakan bebas visa untuk warga Inggris dan Kanada
16 February 2026 6:58 WIB
Wang Yi: Dialog lebih baik daripada konfrontasi, jelang pertemuan Xi-Trump
15 February 2026 12:01 WIB
Pemimpin Lai Ching-te: Jika Pemerintah China kuasai Taiwan, negara lain bisa jadi target
13 February 2026 3:42 WIB