Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat menerima bantuan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan senilai Rp99,9 juta berupa kebutuhan pokok dan keperluan lainnya yang dibutuhkan oleh para korban banjir di Mataram.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTB, Nasrullah Umar, kepada Lurah Kekalik Jaya, Syafruddin, dan disaksikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, H Lalu Mohammad Faozal, dan Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, Baiq Nelly Yuniarti.
Nasrullah Umar mengatakan, bantuan diberikan dalam bentuk barang dengan total nilai mencapai Rp99.945.000. Bantuan terdiri dari 3.900 kilogram beras, 200 liter minyak goreng, 100 kilogram gula pasir, 60 dus mie instan, serta 400 paket kebutuhan pokok untuk dewasa dan balita.
Baca juga: Pemprov NTB genjot kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sektor informal
Penyerahan bantuan yang berlangsung di kantor Kelurahan Kekalik Jaya, menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BPJS Ketenagakerjaan.
"Penyerahan ini merupakan simbolis, dan distribusi utama akan dilakukan siang ini melalui posko logistik secara langsung. Ini bagian dari komitmen kami membantu meringankan beban warga terdampak banjir," ujarnya.
Nasrullah menambahkan, penyaluran bantuan telah dikoordinasikan dengan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB untuk memastikan distribusi tepat sasaran, dengan metode penyerahan ke posko logistik utama.
Baca juga: NTB sambut semangat baru, Pramudya Iriawan Buntoro jadi Dirut BPJS Ketenagakerjaan
Sekda NTB, H Lalu Mohammad Faozal, mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir.
"Kami sangat terbantu dengan kehadiran bantuan ini. Ini bukan akhir, tapi awal dari kolaborasi jangka panjang untuk membantu para korban," ucap Faozal.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan lembaga untuk ikut serta dalam penanganan pascabanjir. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam pemulihan pascabencana.
Baca juga: Perangkat desa di Lombok Timur dapat Jaminan kerja, Iuran BPJS ditanggung Pemda
Data BPBD NTB per Jumat (11/7), banjir yang melanda Kota Mataram pada Minggu (6/7), menyebabkan sebanyak 9.712 kepala keluarga atau 37.984 jiwa terdampak dan satu korban meninggal dunia serta 16 orang mengalami luka.
Banjir tersebut juga merusak sebanyak 77 rumah, terdiri atas 30 unit rusak berat, 40 unit rusak sedang dan tujuh unit rusak ringan, serta 9.712 terendam.
Puluhan ribu warga yang terdampak banjir dan rumah rusak menyebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Mataram, Ampenan, Selaparang, Sekarbela, Sandubaya, dan Cakranegara.
Baca juga: Pemprov NTB lindungi 13.000 pekerja rentan lewat BPJS Ketenagakerjaan
Baca juga: BPJAMSOSTEK serahkan santunan Rp550 juta kepada ahli waris di NTB
Baca juga: Sebanyak 7.256 UMKM di NTB terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan