Lombok Tengah (ANTARA) - Wakil Bupati Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) HM Nursiah mengatakan berdasarkan data sementara angka stunting pada semester pertama 2025 telah satu digit atau 9,56 persen.
"Angka stunting di Lombok Tengah pada semester pertama 2025 ini sebanyak 9,56 persen atau sekitar 8.000 balita," kata HM Nursiah saat rapat evaluasi penurunan stunting bersama Tim percepatan penurunan stunting di Lombok Tengah, Senin.
Ia mengatakan angka stunting di Lombok Tengah terus mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya di 2024 mencapai 10,15 persen dan di 2023 mencapai 13 persen atau di bawah target nasional yakni 14 persen.
"Dengan angka stunting satu digit, supaya percepatan penurunan stunting bisa ditingkatkan sesuai target," katanya.
Baca juga: Lombok Tengah perkuat kolaborasi percepatan penurunan stunting
Program percepatan penurunan stunting telah dianggarkan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita stunting.
Selain itu, program di APBDes masing-masing desa tetap dilakukan dialago untuk mendukung penurunan stunting.
Ia mengatakan evaluasi program penurunan stunting tersebut merupakan salah satu instrumen untuk menguji tercapainya program yang dilaksanakan dalam menargetkan penurunan stunting satu digit.
"Apa yang menjadi catatan dalam program itu penting dilakukan kolaborasi bersama untuk mendukung penurunan stunting ini,"katanya.
Baca juga: Stunting di Lombok Tengah 2025 turun, Bupati: Wujudkan generasi emas 2045
Untuk menurunkan angka stunting tersebut tidak sulit, namun membutuhkan kolaborasi dan ikhtiar bersama dalam mendukung program penurunan stunting tersebut.
Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada petugas puskesmas di 12 kecamatan untuk tetap meningkatkan ikhtiar dalam mendukung penurunan stunting ini.
"Rata-rata angka stunting di masing-masing wilayah atau puskesmas itu ada yang di angkat 8 persen, 9 persen dan 10 persen," katanya.
Baca juga: Lombok Tengah targetkan stunting di bawah 10 persen pada 2024
Baca juga: ITDC percepatan penurunan stunting di desa penyangga Mandalika Lombok
Baca juga: Kasus stunting di Lombok Tengah diaudit