Lombok Timur (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono geram dan meminta kualitas infrastruktur Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ekas Buana di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dibenahi sehingga layak dan bermanfaat bagi nelayan.

"Saya minta semua dibenarin, dikoreksi semua, finishingnya, nggak benar ini!," kata Trenggono di sela peninjauan itu di Lombok Timur, Jumat.

Dia menegur keras pelaksana proyek saat meninjau infrastruktur KNMP Ekas Buana karena kualitas bangunan dinilai kurang baik.

Baca juga: Lombok Timur perluas kampung nelayan, Rp23 miliar digelontorkan"

Ia secara langsung mempertanyakan pembangunan infrastruktur kepada salah seorang pihak pelaksana proyek yang dinilai bertanggung jawab atas kualitas bangunan di kawasan tersebut.

Ia menyoroti kondisi gudang beku karena akses keluar masuk dinilai terlalu sempit serta terdapat celah kecil yang dianggap kurang layak dan berpotensi mengganggu operasional.

Nada tinggi sempat terdengar ketika ia meminta penjelasan mengenai mutu bangunan serta mempertanyakan apakah pekerjaan benar-benar dilaksanakan sesuai kontrak yang telah diberikan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (tengah) meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ekas Buana di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (27/2/2026). ANTARA/Harianto

Amarahnya memuncak ketika dia melihat lantai semen samping gudang beku portabel tersebut terlihat retak. Dia pun menunjuk dan mengarahkan kakinya ke retakan tersebut sambil memperlihatkan ke pihak yang bertanggung jawab.

Baca juga: Kampung Nelayan Merah Putih Bilelando Lombok Tengah rampung dibangun

Trenggono menegaskan proyek pemerintah harus dikerjakan secara profesional karena anggaran yang digunakan berasal dari negara untuk kepentingan masyarakat nelayan setempat.

"Kamu bikin bangunan kaya gini, kenapa, ha? Bagus nggak bangunannya? Coba kamu bikin yang benar dong, masa bangunannya kaya gini? Yang benar aja dong," tegas Trenggono.

Selain gudang beku, ia turut meninjau pabrik es portabel, bengkel nelayan, kios pemasaran ikan, balai pelatihan, hingga fasilitas umum seperti toilet.

Ia meminta seluruh sarana dan prasarana dibenahi agar benar-benar mendukung aktivitas ekonomi nelayan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara nyata.

Usai peninjauan lapangan, Trenggono bersama jajaran berdialog langsung dengan nelayan guna mendengar masukan serta memastikan program berjalan sesuai kebutuhan mereka.

Baca juga: Sedikitnya 31 desa di NTB diusulkan jadi Kampung Nelayan Merah Putih
Baca juga: Pembangunan tiga Kampung Nelayan Merah Putih di NTB dikebut
Baca juga: Kampung nelayan menjaga asa
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Kampung nelayan NTB: Antara proyek dan keberpihakan

 



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026