Lombok Timur (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) diarahkan untuk meningkatkan perekonomian termasuk mengentaskan kemiskinan seperti di Lombok Timur melalui peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

"Pemerintah membangun ini (KNMP di Desa Ekas Buana) untuk kepentingan saudara-saudara. Kepentingan apa? Memerangi kemiskinan tadi yang 13 persen," kata Trenggono di sela meninjau KNMP Ekas Buana di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Jumat.

Ia menyoroti tingkat kemiskinan daerah seperti yang disampaikan Bupati Lombok Timur Haerul Warisin, yang mana masih sekitar 13 persen, sehingga kehadiran fasilitas produksi di KNMP menjadi solusi nyata.

Menurutnya, pemerintah membangun sarana tersebut untuk kepentingan masyarakat agar dalam dua tahun ke depan angka kemiskinan dapat ditekan signifikan khususnya di daerah itu.

Baca juga: Nggak benar Ini! Menteri KP semprot proyek kampung nelayan di Lombok Timur

Trenggono menekankan pentingnya mengoptimalkan seluruh potensi ekonomi setempat, mulai dari penangkapan ikan hingga pengembangan budidaya perikanan bernilai tinggi.

Ia juga mendorong nelayan tidak lagi menjual benih bening lobster, melainkan dibudidaya agar memberikan nilai tambah dan pendapatan lebih besar.

Apabila nelayan terkendala sarana seperti keramba, ia meminta segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun jajaran kementerian untuk mendapatkan dukungan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (tengah) memberi keterangan kepada awak media usai meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ekas Buana di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (27/2/2026). ANTARA/Harianto

Menurutnya, peningkatan produktivitas secara otomatis akan mendorong kenaikan kesejahteraan masyarakat nelayan di kawasan tersebut.

Ia juga berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan optimal agar benar-benar membawa perubahan ekonomi berkelanjutan bagi warga Ekas Buana.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menyampaikan angka kemiskinan di daerahnya mencapai 13,43 persen dari total 1,5 juta penduduk, dengan kontribusi signifikan berasal dari komunitas nelayan.

Ia meyakini keberadaan KNMP yang dilengkapi fasilitas penyimpanan berkapasitas 10 ton ikan dapat membantu nelayan menjaga harga saat hasil tangkapan melimpah.

Baca juga: Lombok Timur perluas kampung nelayan, Rp23 miliar digelontorkan"

Menurutnya, ketika tangkapan banyak, hasil tidak perlu langsung dijual, melainkan disimpan terlebih dahulu agar harga tetap stabil dan menguntungkan.

Lebih lanjut dia pengendalian harga dan distribusi akan diperkuat melalui tata niaga berbasis koperasi yang didukung pemerintah daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Ia juga menyebutkan besarnya kebutuhan konsumsi ikan di Lombok Timur untuk memasok program andalan Presiden Prabowo Subianto yakni makan bergizi gratis (MBG), sehingga permintaan ikan, udang, dan komoditas perikanan lainnya sangat tinggi.

"Bisa dihitung, penduduk kami 1,5 juta (jiwa), MBG kami 250 titik lebih. Berapa kebutuhan ikannya? Berapa kebutuhan udangnya? Berapa kebutuhan sayurnya? Dan sebagainya dan sebagainya," kata Haerul.

Baca juga: Sedikitnya 31 desa di NTB diusulkan jadi Kampung Nelayan Merah Putih

"Sehingga tentu alhamdulillah KNMP-KNMP seperti ini masih kami butuhkan terutama panjang pantai yang ada ke utara," tambah Haerul.

Adapun KNMP Ekas Buana dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare milik pemerintah daerah dengan dukungan infrastruktur terpadu untuk menunjang aktivitas ekonomi nelayan. Proyek tersebut dikerjakan oleh BUMN Adi Karya sebagai pelaksana pembangunan kawasan.

Fasilitas yang dibangun meliputi kantor pengelola, gudang beku portabel, pabrik es portabel, kios pemasaran ikan, kios perbengkelan, kios kuliner, balai pelatihan, shelter perbaikan jaring, bengkel nelayan, docking kapal, serta fasilitas umum seperti toilet, musala, dan tempat pembuangan sampah.

Baca juga: Pembangunan tiga Kampung Nelayan Merah Putih di NTB dikebut
Baca juga: Kampung nelayan menjaga asa
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Kampung nelayan NTB: Antara proyek dan keberpihakan



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026