Dompu (ANTARA) - Produksi rumput laut dan lobster di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), sepanjang 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, seiring masih terbatasnya lokus budidaya serta permasalahan alih fungsi lahan pesisir dan ketersediaan bibit.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu Amiruddin mengatakan, produksi rumput laut pada 2025 tercatat mencapai 4.328 ton dari target 4.500 ton. Angka tersebut masih terkonsentrasi di satu lokasi budidaya, yakni Kwangko, Kecamatan Manggelewa.

"Produksi rumput laut kita saat ini memang belum mencapai target. Penurunan juga terjadi secara umum di NTB akibat alih fungsi lahan yang berpengaruh pada kualitas air di kawasan pesisir serta persoalan bibit," ujar Amiruddin.

Baca juga: Tiga dari enam perusahaan tambak di Dompu belum miliki izin lengkap

Selain rumput laut, sektor perikanan Dompu juga menghasilkan komoditas lobster dengan volume 1,53 ton. Produksi lobster tersebut menjadi bagian dari total produk perikanan Dompu yang mencapai sekitar 4,32 ton selama 2025.

"Kita tidak hanya fokus pada rumput laut, tetapi juga mengembangkan komoditas lain seperti lobster. Meski volumenya masih relatif kecil, yakni 1,53 ton, komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi," katanya.

Baca juga: Alhamdulillah!! Nelayan di Lombok Tengah mulai ekspor lobster

Amiruddin menjelaskan, untuk pemasaran hasil budidaya rumput laut dan lobster dijual melalui dua mekanisme, yakni pembeli yang datang langsung ke lokasi budidaya serta petani yang membawa sendiri produknya ke pasar.

"Jangkauan pasar tidak hanya di wilayah regional NTB saja, tetapi juga hingga ke luar daerah seperti Bali dan Jawa," jelasnya.

Menghadapi 2026, Dinas Kelautan dan Perikanan Dompu menargetkan peningkatan produksi sesuai Rencana Strategis (Renstra) yang telah ditetapkan. Sejumlah langkah disiapkan, antara lain penguatan sistem pengadaan bibit melalui pola rolling silang antar daerah di wilayah Bima dan Sumbawa, pengembangan struktur jaringan usaha, serta optimalisasi pemanfaatan lahan budidaya yang masih tersedia.

"Kita berharap ke depan produksi rumput laut dan lobster dapat ditingkatkan, sehingga mampu mendukung perekonomian masyarakat pesisir dan ketahanan pangan daerah," pungkas Amiruddin.

Baca juga: Dislutkan optimalkan tiga komoditi budidaya unggulan di NTB
Baca juga: Ribuan benih lobster diselundupkan di wilayah NTB


Pewarta : Ady Ardiansah
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026