Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan melalui penerapan pembangunan berkelanjutan dan inklusif sebagai strategi dalam mencapai target indeks ekonomi biru.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Muslim mengatakan pendekatan ekonomi biru kini menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
"Ekonomi biru telah menjadi bagian dari kebijakan pembangunan nasional dan daerah, termasuk dalam perencanaan pembangunan jangka menengah," ujarnya dalam pernyataan di Mataram, Rabu.
Muslim menyampaikan pengelolaan sumber daya laut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga menggerakkan peran sosial masyarakat pesisir melalui penguatan kearifan lokal serta penerapan pengelolaan berbasis ekosistem.
Baca juga: Samota jadi episentrum pembangunan ekonomi biru di Sumbawa
Menurutnya, sinergi dan komunikasi perlu diperkuat dalam mendukung pelaksanaan program-program nasional di daerah guna memastikan masyarakat pesisir dapat merasakan manfaat nyata dari pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
"Kami mengapresiasi seluruh mitra termasuk pemerintah pusat, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, dan yayasan konservasi yang telah berkontribusi dalam mendukung program kelautan dan perikanan di NTB," kata Muslim.
Merujuk dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 yang telah ditetapkan menjadi peraturan daerah, Pemerintah NTB menargetkan terjadi lompatan besar indeks ekonomi biru dari 54,53 poin menjadi 210,50 poin.
Ekonomi biru dikembangkan dengan pendekatan berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat untuk mengelola potensi eksiting dan potensi baru dari sektor perikanan dan kelautan yang teridentifikasi untuk pembangunan berkelanjutan yang inklusif hingga pengembangan pariwisata bahari dan minat khusus.
Dalam peta jalan RPJPD 2025-2045, Nusa Tenggara Barat berupaya keluar dari dominasi tambang dengan mengoptimalkan sektor-sektor unggulan berupa pariwisata, maritim, dan pertanian.
Baca juga: NTB kaji aspek biologi dan habitat gurita di Selat Alas Lombok-Sumbawa
Baca juga: Pemkot Bima gandeng ITS Surabaya mengembangkan ekonomi biru
Baca juga: NTB dorong Teluk Ekas jadi sentra budi daya rumput laut