Lombok Tengah (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat tetap intens melaksanakan razia ketertiban umum dalam rangka mendukung peningkatan disiplin pelajar.

"Setiap hari kami melakukan patroli melakukan razia terhadap pelajaran yang bolos sekolah," kata Kasatpol PP Kabupaten Lombok Tengah Zaenal Mustakim di Lombok Tengah, Jumat.

Ia mengatakan pihaknya tetap menemukan pelajar yang kedapatan bolos atau berkeliaran di jam pelajaran. Para pelajar dari berbagai sekolah ini kedapatan sedang main game di salah satu tempat penyewaan di wilayah Kecamatan Praya saat petugas melakukan patroli rutin.

"Para pelajar yang kedapatan bolos ini diangkut ke kantor Satpol PP Lombok Tengah untuk mendapatkan pembinaan," katanya.

Baca juga: Puluhan pelajar membolos terjaring razia Satpol PP Lombok Tengah

Selain itu, pihak melakukan pembinaan fisik mulai dari Push up dan lari, setelah dibina kemudian para guru dan orang tua siswa di minta untuk datang ke kantor Satpol PP untuk menjemput para pelajar tersebut sembari meminta agar dilakukan pembinaan.

"Petugas sering mendapatkan para pelajar yang nongkrong saat jam pelajaran di tempat game maupun fasilitas umum lainnya seperti di taman," katanya.

Ia mengatakan tindak tersebut dilakukan untuk menjalankan instruksi bupati untuk menertibkan siswa itu (siswa bolos) karena memang dalam perda terbaru yang sedang digodok ada untuk menertibkan pendidikan.

"Karena beberapa hari terakhir anak-anak kita ini tidak kapok-kapok untuk bolos saat jam pelajaran,” katanya.

Baca juga: Kejari Lombok Tengah edukasi pelajar stop narkoba

Ia mengaku bahwa tidak jarang saat jam pelajaran masih berlangsung anak-anak tersebut sering nongkrong ditempat permainan atau obyek pariwisata di daerah itu.

Sehingga Satpol PP sampai dengan saat ini terus menggencarkan patroli melakukan penyisiran di lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat nongkrong para pelajar itu.

“Titik-titik yang selama ini menjadi tempat kebiasaan mereka nongkrong tetap kita razia dan kita juga tetap mengimbau kepada para pemilik permainan seperti PS atau biliar agar konsekuen untuk tidak menerima anak-anak yang masih pakai seragam sekolah," katanya.