Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 1,69 miliar dolar AS atau sekitar Rp28,34 triliun pada Januari hingga Desember 2025 yang didominasi penjualan barang non tambang.

Ketua Tim Statistik Harga BPS NTB Muhammad Ahyar mengatakan nilai ekspor non tambang mencapai 1,15 miliar dolar AS dan nilai ekspor tambang hanya sebesar 541.184 juta dolar AS.

"Ekspor non tambang mengalami peningkatan yang sangat signifikan sebanyak 2.073 persen (dibanding periode yang sama tahun 2024)," ujarnya dalam pernyataan di Mataram, Selasa,

Ahyar menjelaskan total nilai ekspor selama setahun pada 2025 mengalami penurunan sebanyak 33,80 persen ketimbang capaian ekspor dalam periode yang sama tahun 2024.

Nilai ekspor non tambang NTB tahun 2024 tercatat sebanyak 541,18 juta dolar AS, sedangkan nilai ekspor produk tambang mencapai 2,51 miliar dolar AS.

Baca juga: Konsentrat tambang dongkrak nilai ekspor NTB

Lonjakan nilai ekspor non tambang sebanyak 2.073 persen pada tahun 2025 dibandingkan 2024 terjadi akibat penjualan ekspor emas dan tembaga yang dihasilkan oleh pabrik pengolahan mineral atau smelter milik Amman Mineral.

Perusahaan yang mengoperasikan tambang terbuka sekaligus smelter di wilayah Sumbawa Barat tersebut mulai mengekspor tembaga pada April 2025 dan menjual produk emas ke luar negeri mulai Agustus 2025.

Secara bulanan, BPS mencatat nilai ekspor NTB pada Desember 2025 sebanyak 633,34 juta dolar AS atau naik 368,28 persen dibandingkan nilai ekspor Desember 2024.

"Peningkatan itu didorong oleh naiknya ekspor komoditas non tambang terutama emas dan tembaga yang merupakan hasil industri smelter," papar Ahyar.

Baca juga: Pertumbuhan ekonomi NTB menanjak, Sinyal optimisme menguat

Berdasarkan kelompok komoditas tercatat nilai ekspor Desember 2025 masih didominasi penjualan barang tambang mineral dengan nilai mencapai 346,83 juta dolar AS atau 54,76 persen dari total ekspor.

Selanjutnya diikuti oleh komoditas perhiasan atau permata sebanyak 156,29 juta dolar AS (24,67 persen) dan ekspor tembaga sebesar 126,89 juta dolar AS (20,04 persen).

Adapun komoditas lainnya seperti ikan dan udang tercatat sebesar 2,37 juta dolar AS (0,38 persen) serta nilai ekspor daging dan ikan olahan sebanyak 573 ribu dolar AS (0,09) persen.

Pada Desember 2025, produk ekspor NTB paling banyak dikirim ke Korea Selatan dengan kontribusi 37,84 persen, Swiss 24,43 persen, India 10,26 persen, China 9,03 persen, Jepang sebesar 8,76 persen, dan negara lainnya sebanyak 9,68 persen.

Baca juga: NTB ekspor seberat 969 kilogram emas pada September 2025
Baca juga: NTB harus punya banyak kaki untuk topang ekonomi daerah
Baca juga: Emas hasil pabrik pengolahan mulai diekspor keluar NTB