Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), melakukan kajian untuk mempermanenkan kebijakan lima hari sekolah pada tingkat pendidikan dasar setelah melalui uji coba hampir satu bulan.

"Uji coba lima hari sekolah sudah berjalan hampir sebulan dan respons masyarakat, khususnya orang tua murid, sejauh ini terpantau sangat positif," kata Wali Kota Mataram Mohan Roliskana di Mataram, Kamis.

Meskipun diakunya ada beberapa kritik yang masukan terhadap kebijakan lima hari sekolah, namun dinilai kebijakan itu memiliki manfaat jangka panjangnya yang jauh lebih besar bagi tumbuh kembang anak dan keharmonisan keluarga.

Ia mengatakan kebijakan itu merupakan upaya pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas waktu luang keluarga dan efisiensi persiapan belajar bagi tenaga pendidik pada pekan berikutnya.

Baca juga: Program lima hari sekolah, Siswa di Mataram dapat dua jatah MBG setiap Jumat

Karena itu, kata dia, langkah menuju lima hari sekolah permanen akan dilakukan dengan pembentukan regulasi dalam bentuk Peraturan Wali Kota (Perwal), yang akan diawali dengan peninjauan langsung ke lapangan.

Wali kota bahkan berencana untuk mengecek langsung kondisi anak-anak dan aktivitas di satu sekolah untuk melihat apa yang perlu disempurnakan.

"Setelah itu baru kami perluas dan permanenkan dalam bentuk peraturan resmi," katanya.

Baca juga: Wali Kota Mataram harap lima hari sekolah batasi penggunaan HP anak

Sementara menanggapi adanya isu kejenuhan siswa akibat jam sekolah yang lebih panjang hingga sore hari, Wali Kota Mohan meminta para guru untuk lebih kreatif dalam mengisi kekosongan waktu atau jeda pembelajaran.

"Guru penting menciptakan suasana belajar yang lebih gembira dan tidak membosankan bagi anak-anak selama masa transisi," katanya.

Di sisi lain Wali Kota Mataram kembali mengingatkan beberapa poin utama yang menjadi pertimbangan dipermanenkannya aturan lima hari sekolah, antara lain memberikan waktu lebih banyak bagi anak-anak untuk berkumpul bersama keluarga pada akhir pekan.

Selain itu guru memiliki waktu lebih luang untuk mempersiapkan bahan ajar secara lebih matang untuk minggu berikutnya. "Serta memudahkan orang tua dalam mengatur jadwal penjemputan anak sekolah yang lebih selaras dengan jam pulang kerja," katanya.

Baca juga: LPMP NTB Siapkan Percontohan Lima Hari Sekolah
Baca juga: Senator Asal NTB Tolak Lima Hari Sekolah