Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerbitkan shareholders concentration list atau daftar saham yang terindikasi memiliki pemegang saham yang terkonsentrasi, seperti yang telah diterapkan di Bursa Hong Kong.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan penerbitan daftar tersebut menjadi bagian dari upaya BEI untuk memperkuat keterbukaan informasi di pasar modal Indonesia, serta bagian dari tindak lanjut concern MSCI terkait transparansi.
"Tentunya dengan implementasi ini akan lebih meningkatkan transparansi dan integritas pasar kita ke depannya," ujar Jeffrey dalam konferensi pers seusai menggelar pertemuan lanjutan dengan MSCI di Gedung BEI, Jakarta, Rabu.
Jeffrey menjelaskan gagasan penerbitan shareholders concentration list muncul setelah self regulatory organization (SRO) mencermati masukan dari MSCI sejak Oktober 2025.
Semenjak itu, SRO telah melakukan sejumlah studi dan kajian terhadap pengalaman Bursa negara lain yang pernah menghadapi kondisi serupa.
"Karena itu, kalau ditanya angka 1 persen itu refer kemana, 1 persen itu refer-nya ke India. Kemudian shareholders concentration list itu di Hong Kong. Kira-kira itu background-nya," kata Jeffrey.
Sesuai norma yang disepakati, Jeffrey menjelaskan bahwa seluruh detail dan kesimpulan hasil pertemuan dengan MSCI bersifat rahasia.Seiring dengan itu, BEI hanya dapat menyampaikan informasi yang bersifat umum tanpa memaparkan rincian pembahasan maupun kesimpulan hasil pertemuan dengan MSCI.
Ia mengungkapkan pertemuan dengan MSCI berlangsung secara konstruktif, sebagaimana pertemuan-pertemuan sebelumnya. Dalam pertemuan tersebut, BEI kembali memaparkan tiga rencana aksi yang telah disampaikan sebelumnya kepada MSCI.
Rencana aksi pertama berkaitan dengan peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen. Kedua, penyediaan data investor yang lebih granular. Ketiga, progres implementasi Peraturan I-A tentang pencatatan saham, yang mensyaratkan peningkatan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen.
"Sebagai komitmen untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar, kami juga mengacu pada best practice bursa global. Salah satunya melalui penerbitan shareholders concentration list atau daftar saham yang terindikasi memiliki pemegang saham terkonsentrasi," ujar Jeffrey. Jeffrey melanjutkan langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BEI dalam memperkuat tata kelola dan kredibilitas pasar modal Indonesia.
Baca juga: IHSG dibuka menguat 21,05 poin, Rabu 11 Februari 2026
Baca juga: IHSG dibuka melemah 188,20 poin, Jumat 6 Februari 2026
BEI siap menerbitkan "shareholders concentration list" usai bertemu MSCI
Rabu, 11 Februari 2026 18:48 WIB
Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat (kiri) bersama Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik (kanan) menggelar konferensi pers seusai pertemuan lanjutan dengan MSCI di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026). ANTARA/ Muhammad Heriyanto
Pewarta : Muhammad Heriyanto
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
OJK perluas klasifikasi investor jadi 27, Target transparansi pasar modal maksimal
04 February 2026 8:11 WIB
BNN waspadai 'gas tertawa' whip pink, Efek stimulan tinggi berisiko kematian
03 February 2026 20:09 WIB
IHSG melemah, Investor asing wait and see jelang pertemuan otoritas dengan MSCI
02 February 2026 10:28 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam hari ini naik jadi Rp2,954 juta/gram, Selasa 10 Februari 2026
10 February 2026 11:37 WIB
Harga emas UBS hari ini Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr, Selasa 10 Februari 2026
10 February 2026 11:34 WIB