Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah melakukan koordinasi dengan bank daerah untuk menyiapkan loket tarik tunai di setiap pasar tradisional guna mendukung penggunaan aplikasi QRIS di setiap pasar tradisional di kota itu.
"Setelah uji coba penggunaan sistem pembayaran melalui QRIS di Pasar Dasan Agung, Rembige, dan Pasar ACC, kami akan coba memasifkan ke pasar-pasar tradisional lainnya," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram H Irwan Harimansyah di Mataram, Selasa.
Beberapa pasar besar dari 19 pasar yang ada se-Kota Mataram, seperti Pasar Pagesangan, Mandalika, Kebon Roek, Cakranegara, dan lainnya, akan diterapkan sistem pembayaran melalui QRIS sebagai bagian upaya digitalisasi pasar tradisional.
Dari hasil sosialisasi penerapan QRIS di pasar-pasar tradisional, rata-rata pedagang mendukung dan mau menggunakan aplikasi tersebut. Dengan catatan, pihak bank harus menyiapkan loket tarik tunai di setiap pasar.
Keberadaan loket tarik tunai bertujuan memudahkan pedagang mengambil hasil jualan mereka sebelum pulang ke rumah. Pasalnya, hasil jualan para pedagang akan digunakan untuk membeli kebutuhan pokok dan modal dagangan pada hari berikutnya.
"Kasihan pedagang juga kalau mereka pulang berjualan dari pasar, tidak membawa uang tunai," katanya.
Terkait usulan para pedagang itu, Disdag Kota Mataram sudah melakukan koordinasi dengan bank daerah dalam hal ini Bank NTB Syariah selaku mitra kerja sama dalam penerapan sistem pembayaran QRIS di pasar tradisional.
"InsyaAllah, usulan akan diakomodasi dan beberapa ketentuan salah satunya menetapkan jam-jam penarikan. Jika itu bisa direalisasikan, maka pembayaran dengan sistem QRIS di pasar tradisional segera kami terapkan secara masif," katanya.
Prinsipnya, Pemerintah Kota Mataram berkomitmen untuk terus menyiapkan infrastruktur yang diperlukan, termasuk koordinasi dengan pihak perbankan untuk menyediakan satu los atau loket penukaran guna mendukung kelancaran ekosistem digital di pasar tradisional.
Menurut Irwan, beberapa alasan pedagang menyambut baik inovasi itu antara lain untuk efisiensi transaksi sebab pedagang tidak perlu lagi repot menyiapkan uang kembalian atau receh untuk pembeli.
Selain itu, untuk keamanan karena dengan penggunaan QRIS meminimalisir risiko peredaran uang palsu di lingkungan pasar.
Di samping itu, kata Irwan, kerja sama dengan sponsor seperti Bank NTB Syariah memberikan motivasi tambahan berupa poin dan hadiah bagi pengguna transaksi terbanyak.
"Sistem pembayaran QRIS juga memberikan margin keuntungan tertentu yang langsung masuk ke rekening pedagang," katanya.