Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong percepatan pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) di Selat Alas yang membentang memisahkan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB I Gede Putu Aryadi mengatakan percepatan itu dilakukan melalui sinergi dengan PLN Pusat serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Kami mendukung penuh pengembangan PLTAL. Ini adalah langkah nyata menuju kemandirian energi daerah berbasis potensi lokal," ujar dia dalam pernyataan di Mataram, Rabu.

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN periode 2025 sampai 2034, proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga arus laut direncanakan dilakukan di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Dokumen itu menyebut bahwa potensi energi arus laut ada di Selat Lombok dan Selat Alas yang terletak di Nusa Tenggara Barat, sedangkan potensi energi arus laut serta potensi energi gelombang laut berada di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Proyek pembangkit listrik tenaga arus laut berkapasitas total 40 megawatt dengan nilai investasi sebesar 220 juta dolar AS. NTB kebagian 20 megawatt, sementara itu NTT juga mendapat porsi 20 megawatt.

Berdasarkan hasil validasi data teknis, imbuh Aryadi, fase uji coba pengembangan infrastruktur PLTAL ditargetkan mulai diimplementasikan pada 2028. Tim teknis segera melakukan pendalaman kajian regulasi dan lingkungan di titik potensial wilayah Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, mulai 29 April 2026.

Ia menginstruksikan tiga kelompok kerja atau pokja internal, yakni pokja ekonomi dan pembangunan; pokja sosial dan Kependudukan; serta pokja inovasi, kemitraan dan hilirisasi untuk mengawal program energi laut secara komprehensif.

"Inovasi teknologi harus berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi warga, terkhusus para nelayan dan pengusaha tambak di sekitar lokasi," kata Aryadi.

Lebih lanjut ia menyampaikan BRIDA NTB bertindak sebagai integrator akademik dengan menyinergikan berbagai riset maritim dari perguruan tinggi di NTB ke dalam program PLTAL.

Langkah itu diambil untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur energi di masa depan memiliki landasan ilmiah yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat lokal.

Senior Menajer Pusat Pengembangan dan Penelitian PLN Iqbal Felani menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mengeksplorasi potensi arus laut nasional.

"Kolaborasi dengan BRIDA NTB sangat krusial, terutama dalam memfasilitasi dukungan data lokal dan aspek perizinan demi keberhasilan proyek strategis tersebut," pungkas Iqbal.