Lombok Tengah (ANTARA) - PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat meraih penghargaan Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS (P2HIV-AIDS) 2026 dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia sebagai bentuk komitmen mendukung pencegahan penyakit menular tersebut.
"Bandara Lombok berhasil meraih kategori silver sebagai bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam menerapkan program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di lingkungan kerja secara berkelanjutan, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2026," kata General Manager Bandara Internasional Lombok Aidhil Philip Julian di Lombok Tengah, Senin.
Ia menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan inklusif.
“Penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi bagi kami untuk terus memperkuat implementasi program pencegahan, edukasi, serta perlindungan bagi seluruh pekerja secara berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga: Sebanyak 393 calon haji kloter pertama asal NTB telah tiba di Makkah
Penghargaan P2HIV-AIDS yang diperoleh ini merupakan hasil implementasi program yang dijalankan secara terstruktur dan berkelanjutan di lingkungan kerja, mencakup sosialisasi kebijakan kepada seluruh karyawan, penyelenggaraan edukasi dan pelatihan secara berkala, serta penguatan kelembagaan melalui komite P2HIV-AIDS.
Program ini didukung oleh alokasi anggaran khusus, penerapan prosedur K3, serta evaluasi rutin untuk mengukur efektivitas dan peningkatan pemahaman pekerja.
Baca juga: Bandara Lombok siap mendukung keberangkatan haji di NTB
Selain itu, pihaknya memastikan penerapan prinsip non-diskriminasi dan kerahasiaan status kesehatan pekerja, sejalan dengan prinsip layanan tes HIV sukarela (VCT), melalui penyediaan layanan konseling, dukungan sosial, akses pengobatan, serta sistem rujukan yang memadai.
"Upaya ini turut diperkuat melalui pelaporan berkala kepada instansi terkait dan pelibatan masyarakat di luar lingkungan kerja sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan," katanya.