Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) menurunkan petugas pemeriksaan hewan kurban di 21 kecamatan dalam rangka menjamin daging kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 hijriah yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).

"Untuk pemeriksaan dilakukan dua tahap yaitu tante mortem (pemeriksaan hewan sebelum) dipotong di kandang ternak maupun kandang kumpul," kata Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur drh. Surya Wahyudi di Lombok Timur, Senin.

Ia mengatakan selain itu dilakukan pemeriksaan post mortem (pemeriksaan setelah pemotongan) yang dilakukan di RPH (Rumah Potong Hewan) maupun di luar RPH tempat pemotongan hewan kurban.

“Kami sebar petugas di 21 kecamatan di wilayah Lombok Timur," katanya.

Ia mengatakan petugas yang diturunkan di 21 kecamatan itu bertujuan untuk memastikan kesehatan hewan kurban memenuhi syarat sehingga masyarakat mendapat daging kurban yang ASUH atau tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Hari Bumi 2026, PLN tanam 4.000 bibit mangrove di Sugian Lombok Timur

Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Keswan Lombok Timur, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

"Pada 2025 tercatat hewan kurban sapi sebanyak 3.229 ekor, kambing 2.947 ekor, dan domba 2 ekor," katanya.

Baca juga: Jamkrida NTB Syariah dorong akselerasi ekonomi Lombok Timur

Sedangkan untuk tahun 2026, data sementara jumlah hewan kurban alami kenaikan yaitu sapi naik menjadi 3.390 ekor dan kambing 3.094 ekor. Total hewan kurban yang didata tahun ini sudah lebih dari 6.400 ekor.

“Dinas Peternakan dan Keswan Lombok Timur berkomitmen memastikan kesehatan hewan kurban terjamin dari hulu sampai hilir, sehingga masyarakat mendapatkan daging kurban yang sehat," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026