Mataram (ANTARA) - Jamaah calon haji Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat diimbau untuk mengurangi aktivitas belanja yang tidak perlu guna mengantisipasi cuaca panas di Tanah Suci, Arab Saudi.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Lalu Hamzi Fikri meminta jamaah calon haji tidak memaksakan diri untuk melaksanakan kegiatan di luar ibadah, khususnya belanja karena dikhawatirkan memengaruhi kondisi kesehatan dan menguras tenaga selama berada di Arab Saudi.

"Boleh-boleh aja tapi lihat juga kemampuan fisik, jangan memaksakan diri, apalagi sampai makan diabaikan, tidur kurang, minum apa lagi. Kemudian aktivitas-aktivitas tidak perlu seperti berbelanja lebih awal, itu juga dikurangi karena akan memakan energi cukup besar, karena jamaah juga belum masuk Makkah," ujarnya di Mataram, Senin.

Ia mengatakan pihaknya tidak melarang para jamaah untuk melakukan aktivitas di luar ibadah seperti belanja atau berwisata mengunjungi tempat-tempat yang dianggap bersejarah. Namun, hendaknya aktivitas tersebut memperhatikan kondisi fisik, mengingat jamaah melakukan aktivitas tersebut dengan berjalan kaki.

Baca juga: JCH kloter 9 NTB diberangkatkan menuju Mekkah

"Fokus kepada ibadah, boleh aktivitas yang lain, tapi cukup pula istirahatnya harus dijaga, jangan lupa makan yang cukup serta minum air putih," tegas Hamzi.

Menurut dia, meski jamaah sudah mendapatkan pembekalan di tanah air, namun kondisi Arab Saudi sangat berbeda sehingga membutuhkan kondisi fisik yang prima.

"Perlu ada skala prioritas, apalagi kalau misalnya terkendala dari fisik. Tapi sudah ada pendampingan dari petugas kita selama di sana," ucapnya.

Baca juga: JCH NTB diminta fokus jalankan ibadah dari pada sibuk membuat konten

Lebih lanjut, Hamzi menyebutkan saat ini cuaca di Arab Saudi antara 40-43 derajat Celcius. Untuk itu, ia juga mengimbau agar jamaah untuk selalu membawa air putih bila melakukan aktivitas di luar. Meski demikian, secara umum kondisi jamaah Embarkasi Lombok yang sudah berada di Arab Saudi dalam kondisi sehat.

"Minum air putih ini juga jangan sampai menunggu haus baru minum. Karena ketika dehidrasi itu tidak kita rasakan. Kami sarankan minum air hangat atau air yang tidak dingin. Karena kondisi haus terik itu tergoda minum air dingin," katanya.



 

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026