Papua Terkini - Polisi klaim situasi Kota Jayapura berangsur-angsur normal
Minggu, 1 September 2019 22:25 WIB
Aktivitas di Kota Jayapura, ibu kota Provinsi Papua, Minggu (1/9) berangsur normal setelah pada Kamis (29/8) pekan lalu terjadi aksi demo tolak rasisme berujung anarkhis. (ANTARA News Papua/Alfian Rumagit)
Jayapura (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengklaim situasi dan kondisi di Kota Jayapura berangsur normal kembali pascademo tolak rasisme yang berujung anarkisme pada Kamis pekan lalu.
Demikian hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal di Kota Jayapura, Minggu.
"Situasi di Kota Jayapura saat ini berangsur angsur normal," ucapnya.
Aktivitas masyarakat baik itu di mal, pasar, dan pusat perbelanjaan lainnya di Kota Jayapura sudah mulai ramai.
"Untuk kendaraan roda dua maupun roda empat sudah ramai lancar. Selain itu aktivitas, seperti SPBU, hotel tetap dibuka," ujarnya.
Berkaitan dengan situasi kekinian, Kamal mengimbau kepada seluruh warga Kota Jayapura agar tetap beraktivitas seperti biasa.
"Aparat keamanan TNI dan Polri terus melakukan patroli guna menjamin keamanan di Kota Jayapura," katanya.
Sebelumnya, pada Kamis pekan lalu gelombang aksi tolak rasisme di Surabaya dan Malang, Jawa Timur, terjadi di Ibu Kota Provinsi Papua itu oleh ribuan warga.
Aksi yang awalnya diinfokan damai, malah berujung ricuh dan anarkis karena sejumlah fasilitas umum dan perkantoran milik pemerintah dan swasta serta pribadi hancur dilempari batu dan katapel, bahkan ada sejumlah rumah dan mobil serta motor dibakar.
Demikian hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal di Kota Jayapura, Minggu.
"Situasi di Kota Jayapura saat ini berangsur angsur normal," ucapnya.
Aktivitas masyarakat baik itu di mal, pasar, dan pusat perbelanjaan lainnya di Kota Jayapura sudah mulai ramai.
"Untuk kendaraan roda dua maupun roda empat sudah ramai lancar. Selain itu aktivitas, seperti SPBU, hotel tetap dibuka," ujarnya.
Berkaitan dengan situasi kekinian, Kamal mengimbau kepada seluruh warga Kota Jayapura agar tetap beraktivitas seperti biasa.
"Aparat keamanan TNI dan Polri terus melakukan patroli guna menjamin keamanan di Kota Jayapura," katanya.
Sebelumnya, pada Kamis pekan lalu gelombang aksi tolak rasisme di Surabaya dan Malang, Jawa Timur, terjadi di Ibu Kota Provinsi Papua itu oleh ribuan warga.
Aksi yang awalnya diinfokan damai, malah berujung ricuh dan anarkis karena sejumlah fasilitas umum dan perkantoran milik pemerintah dan swasta serta pribadi hancur dilempari batu dan katapel, bahkan ada sejumlah rumah dan mobil serta motor dibakar.
Pewarta : Alfian Rumagit
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Saksi sidang korupsi Poltekkes Mataram mengungkap ada barang tak berguna
04 January 2024 17:48 WIB, 2024
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024