Turis Finlandia meninggal di Pantai Senggigi
Kamis, 19 September 2019 14:31 WIB
Pantai Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, NTB, tempat Jerryfe Johhanes (40), turis asal Finlandia, mengalami kecelakaan saat berenang, pada Kamis (19/9/2019). ANTARA/Awaludin
Mataram (ANTARA) - Jerryfe Johhanes (40), turis asal Negara Finlandia dilaporkan mengalami kecelakaan saat berenang di perairan Pantai Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, menyebabkan korban meninggal dunia pada Kamis(19/9) sekitar pukul 12.10 Wita.
Kepala Satuan Polairud Kepolisian Resor Lombok Barat, Ipda I Gusti Made Suarjaya membenarkan peristiwa kecelakaan di laut tersebut, namun belum diketahui penyebab terjadinya kecelakaan.
"Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Petugas akan melakukan outopsi apa yang menyebabkan korban meninggal dunia," katanya.
Ia mengatakan kronologis kecelakaan tersebut bermula ketika korban bersama isteri dan temannya berenang di pantai di depan salah satu hotel di Senggigi, sekitar pukul 11.00 Wita.
Setelah beberapa waktu, salah seorang rekan korban (saksi) bernama Jullia Barner (20), yang istirahat di tepi pantai melihat korban sudah mengambang di permukaan air.
Melihat kejadian tersebut, saksi spontan melambaikan tangan ke istri korban untuk segera mengevakuasi ke daratan.
"Saksi juga berteriak minta tolong ke satpam hotel dan masyarakat untuk melakukan penyelamatan," ujar Suarjaya.
Saat bersamaan, kata dia, anggota Satuan Polairud Polres Lombok Barat melaksankan giat patroli rutin langsung membantu evakuasi bersama warga dan keluarga korban.
Korban sempat mendapatkan pertolongan pertama berupa napas bantuan, tapi tetap tidak sadarkan diri.
Anggota Satuan Polairud Polres Lombok Barat langsung menghubungi ambulans dan para medis. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Mataram.
"Info terakhir yang kami terima korban dalam kondisi meninggal dunia," katanya.
Kepala Satuan Polairud Kepolisian Resor Lombok Barat, Ipda I Gusti Made Suarjaya membenarkan peristiwa kecelakaan di laut tersebut, namun belum diketahui penyebab terjadinya kecelakaan.
"Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Petugas akan melakukan outopsi apa yang menyebabkan korban meninggal dunia," katanya.
Ia mengatakan kronologis kecelakaan tersebut bermula ketika korban bersama isteri dan temannya berenang di pantai di depan salah satu hotel di Senggigi, sekitar pukul 11.00 Wita.
Setelah beberapa waktu, salah seorang rekan korban (saksi) bernama Jullia Barner (20), yang istirahat di tepi pantai melihat korban sudah mengambang di permukaan air.
Melihat kejadian tersebut, saksi spontan melambaikan tangan ke istri korban untuk segera mengevakuasi ke daratan.
"Saksi juga berteriak minta tolong ke satpam hotel dan masyarakat untuk melakukan penyelamatan," ujar Suarjaya.
Saat bersamaan, kata dia, anggota Satuan Polairud Polres Lombok Barat melaksankan giat patroli rutin langsung membantu evakuasi bersama warga dan keluarga korban.
Korban sempat mendapatkan pertolongan pertama berupa napas bantuan, tapi tetap tidak sadarkan diri.
Anggota Satuan Polairud Polres Lombok Barat langsung menghubungi ambulans dan para medis. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Mataram.
"Info terakhir yang kami terima korban dalam kondisi meninggal dunia," katanya.
Pewarta : Awaludin
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengusaha transportasi NTB tolak perusahaan otobus SJ beroperasi di Lombok
09 January 2026 15:13 WIB
Menebar kasih Natal, Aruna Senggigi wujudkan kepedulian sosial untuk panti asuhan
30 December 2025 13:05 WIB
Aruna Senggigi bantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat
30 December 2025 12:59 WIB
Libur Natal dan Tahun Baru: Aruna Senggigi tawarkan aktivitas edukatif anak dan promo spesial
13 December 2025 8:52 WIB