Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan mampu mengolah sampah secara mandiri hingga 600 ton per hari menjelang rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti pada Desember 2026.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, saat ini sistem pengangkutan sampah masih menghadapi keterbatasan operasional, di mana pengangkutan efektif hanya dilakukan pada Senin hingga Kamis.

“Untuk itu, Pemkot Bandung menargetkan peningkatan kapasitas pengolahan hingga 600 ton per hari dalam waktu dua bulan ke depan,” kata Farhan dalam keterangan yang diterima di Bandung,  Jawa Barat, Senin.

Farhan mencatat setiap hari total produksi sampah Kota Bandung mencapai sekitar 1.800 ton, sehingga masih terdapat tantangan dalam mengelola sisa volume sampah yang cukup besar.

“Pengolahan dari hulu menjadi kunci agar beban ke TPA dapat dikurangi secara signifikan,” kata Farhan.

Baca juga: Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara butuh peran Pemda

Ia mengungkapkan, masih terdapat sekitar 500 ton sampah per hari yang belum terkelola secara optimal.

Oleh karena itu, ia berharap pengelolaan sampah berbasis kewilayahan di tingkat RW dapat digencarkan dengan pendekatan ekonomi sirkular, seperti pengolahan sampah organik, urban farming, dan pengelolaan dapur sehat.

Baca juga: Pemkot Denpasar bertukar inovasi komunikasi publik dengan Pemkot Bandung

Menurutnya, hingga saat ini kurang dari 10 persen RW yang mampu mengelola sampah secara mandiri karena rendahnya kapasitas pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.

“Target kita, sampah organik harus selesai di tingkat RW. Ini berat, tapi harus kita kejar,” katanya.

Lebih lanjut, Farhan menyatakan pihaknya juga berencana membangun 36 fasilitas pengolahan sampah di tingkat kecamatan dengan berbagai teknologi, mulai dari pengolahan organik hingga teknologi termal.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026