"Kami mengimbau masyarakat jangan mudah percaya dan jangan ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jangan sampai isu seperti ini memicu kepanikan atau tindakan yang tidak kita inginkan,"

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meminta masyarakat tidak terpancing dengan flyer isu penculikan anak yang beredar melalui media sosial.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik menegaskan bahwa flyer tentang isu penculikan anak yang beredar di media sosial adalah hoaks dan bukan berasal dari Pemerintah Provinsi NTB.

"Kami mengimbau masyarakat jangan mudah percaya dan jangan ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jangan sampai isu seperti ini memicu kepanikan atau tindakan yang tidak kita inginkan," tegasnya di Mataram, Selasa.

Ia menyatakan Pemprov NTB meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.

Untuk itu, pihaknya mengingatkan, pengalaman serupa pernah terjadi di sejumlah daerah, di mana seseorang diteriaki penculik lalu dikejar, dianiaya massa, bahkan sampai dibakar hanya karena isu yang tidak jelas kebenaran.

"Hal-hal seperti itu jangan sampai terjadi lagi di NTB. Karena itu masyarakat harus bijak, tenang, dan mengedepankan tabayun atau klarifikasi," ujarnya.

Menurutnya, flyer tersebut dipastikan bukan produk resmi Pemprov NTB. Hal itu terlihat dari penggunaan logo Pemerintah Provinsi NTB yang tidak sesuai standar resmi.

"Saya sendiri menerima flyer itu dari seorang teman yang bertanya apakah benar berasal dari Pemprov NTB, dan sudah saya pastikan itu bukan," katanya.

Pemprov NTB berharap aparat kepolisian dapat menelusuri pihak yang membuat dan menyebarkan flyer tersebut agar tidak terus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Pemprov NTB juga mengajak masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya demi menjaga keamanan, ketertiban, dan suasana yang kondusif di daerah.

Baca juga: NTB Kunci Teluk Saleh: Wisata Tumbuh, Ekologi Tetap Lestari

Baca juga: Otonomi daerah yang tersisa

Baca juga: NTB bentuk Satgas Anti-Kekerasan Seksual Anak di sekolah

 



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026