Mataram (ANTARA) - Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebutkan instalasi jaringan pipa IPAL komunal atau Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPAL-DT) senilai Rp700 miliar di Kota Mataram sudah mulai terpasang.

"Saat ini pengerjaan pemasangan pipa dimulai di Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram," kata Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) NTB Dades Prinandes di Mataram, Selasa.

Dikatakan, persiapan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal memakan waktu cukup lama, bahkan rencana tersebut digagas sejak tahun 2018 hingga mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.

Pembiayaan SPAL-DT ini bantuan dari bank dunia dan ditangani langsung oleh pemerintah pusat, kata dia, sehingga semua proses dilakukan pemerintah pusat termasuk untuk proses tender dan salah satu perusahaan dari BUMN terpilih sebagai pemenang proyek yang akan selesai dikerjakan tahun 2029.

"Nilai pengerjaan proyek ini sangat besar mencapai Rp700 miliar," katanya.

Baca juga: DLH hentikan pembuangan sampah di SPAL DT Mataram

Dikatakan, sebelum pengerjaan pemasangan pipa dimulai, proses sosialisasi kepada masyarakat mulai dilaksanakan sejak tahun 2025 melibatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram.

Sosialisasi hingga saat ini masih berlangsung dari kecamatan, kelurahan, hingga tingkat lingkungan, bahkan sampai ke calon-calon penerima manfaat.

"Pemasangan jaringan akan dilaksanakan setelah ada persetujuan dari warga yang disurvei. Tapi kalau warga tidak mau, kami tidak lakukan penyambungan," katanya.

Namun untuk jaringan depan rumah warga atau di jalan itu tetap dilaksanakan.

Baca juga: Lokasi pembangunan SPAL DT di Mataram bakal bersih dari sampah

Sesuai dengan perencanaan, SPAL-DT akan dipasang sebanyak 13.500 sambungan yang ditargetkan tuntas dikerjakan sampai 2027. Tapi untuk tahap pertama pada tahun 2026 ditargetkan pemasangan 4.000 sambungan.

"Tahap kedua total sambungan ada 13.500," katanya.

Dades mengatakan pengolahan limbah yang digunakan ada beberapa macam antara lain pengolahan lumpur tinja akan dipisah dengan air serta cairan. Untuk cairannya akan di netralisasi menjadi air bersih dan bisa dialirkan ke sungai.

Pembangunan IPAL komunal atau SPAL-DT untuk mengelola limbah rumah tangga secara terpusat. Proyek awal ditargetkan di Kecamatan Ampenan dan Sekarbela, yang dapat melayani 13.500 sambungan rumah tangga.

"Tujuan proyek tersebut untuk menciptakan sistem sanitasi yang baik dan aman di Kota Mataram dengan mengolah limbah rumah tangga secara terpadu," katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning sebelumnya mengatakan tahapan pertama proyek itu dimulai dengan pengujian coba di wilayah Ampenan dan Sekarbela, kemudian dikembangkan ke empat kecamatan lainnya.

Adapun manfaatkan yang bisa dirasakan dengan adanya IPAL komunal, lanjut dia, Kota Mataram diharapkan menjadi kota yang lebih modern dan higienis.

"Pengerjaan IPAL komunal dilakukan dengan skema tahun jamak atau multiyears. Pengerjaan terhitung kontraknya sudah pertengahan Maret 2026," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026