Mataram (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) penanganan drainase yang bertugas melakukan patroli saat turun hujan guna memastikan saluran berfungsi maksimal dan mencegah banjir.
"Ketika hujan, TRC akan turun melakukan pengecekan drainase. Kalau ditemukan ada sumbatan, tim akan langsung ambil tindakan," kata Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, Kamis.
Dia mengatakan hal tersebut menyikapi kondisi sejumlah ruas jalan di Kota Mataram terjadi genangan saat hujan deras, seperti pada Rabu (15/4) sore, akibat sampah yang memicu sumbatan dan menyebabkan air meluap ke jalan.
Dia mengatakan beberapa lokasi yang terjadi genangan, akibat sumbatan di saluran itu, antara lain di simpang Jalan Seruni, Ampenan dan lokasi luapan juga terpantau di Pegesangan, kawasan Jalan Tuan Guru Bangkol.
Kondisi di Pegesangan selain karena sampah juga dipicu teknis drainase menggunakan buis beton ukuran terlalu kecil.
"Aliran air yang sempit mempermudah sampah menumpuk dan menyumbat saluran secara terus-menerus," katanya.
Baca juga: Usai PKL dipindah, Trotoar Rembiga Mataram dipercantik
Namun demikian, katanya, dua lokasi tersebut bisa segera ditangani TCR sehingga tidak menimbulkan genangan dalam jangka lama. Bahkan, dalam waktu kurang dari dua jam, dua lokasi genangan itu kembali normal.
Untuk wilayah lain, seperti Lingkar Selatan, yang menjadi "langganan" genangan, justru terpantau aman dan tidak ada masalah yang berarti.
Kendati demikian, petugas TCR PUPR tetap disiagakan dan patroli saat hujan turun, terutama di sepanjang jalan protokol dan area rawan, seperti samping Kantor Gubernur NTB yang sering mengalami penumpukan sampah.
Baca juga: Mataram dapat bantuan Rp25 miliar untuk normalisasi sungai
"Cuaca saat ini tidak bisa diprediksi, meskipun sekarang masuk musim kemarau tapi tiba-tiba terjadi hujan lebat seperti kemarin (15/4). Kami harus tetap siaga," katanya.
Lale juga mengimbau masyarakat disiplin membuang sampah mengingat sumbatan sampah menjadi faktor dominan penyebab banjir meskipun sistem drainase sudah berupaya dialirkan ke saluran lebih besar.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026