Mataram, 28/7 (ANTARA) - Puluhan rumah di Ampenan Utara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, tergenang air menyusul hujan deras sejak Selasa (27/7) siang hingga Rabu (28/7) pagi.
Sedikitnya 60 rumah pada tiga lingkungan di Ampenan Utara tergenang air setinggi hampir satu meter. Selain rumah penduduk, beberapa ruas jalan utama di Kota Mataram juga tergenang air yang membuat macet arus kendaraan.
Hujan deras melanda Kota Mataram sejak Selasa siang hingga Rabu pagi. Beberapa ruas jalan seperti di persimpangan jalan Udayana, Bung Karno dan Pejanggik tergenang air setinggi 20 cm. Sejumlah kendaraan sempat mogok terutama sepeda motor.
Beberapa lingkungan perumahan yang tergenang air antara lain Telaga Emas, Bintaro Jaya dan Dayen Peken. Begitu juga pasar tradisional Kabon Roek Ampenan tidak luput dari genangan air sehingga pedagang terpaksa berjualan di pinggir jalan.
Saleh Baisir, penduduk Kota Mataram, mengatakan warga yang rumahnya terkena banjir tetap bertahan karena ingin menjaga harta benda di rumah.
"Belum ada pejabat dari Pemerintah Kota Mataram meninjau lokasi banjir di perumahan penduduk," katanya.
Saleh yang pernah menjadi anggota DPRD itu menambahkan pihaknya telah mengirimkan laporan tertulis kepada Wali Kota Mataram.
"Ketika hujan deras, air masuk dari Karang Ujung, Dayen Peken, dan mengalir ke Telaga Emas yang bermuara di sungai," katanya.
Pemerintah daerah memang menyiapkan dua pompa air di sungai, namun yang berfungsi hanya satu unit sehingga penyedotan air tidak maksimal dan selalu terlambat.
"Masyarakat meminta pemerintah daerah segera memperbaiki pompa air yang rusak itu sehingga dapat membantu mengatasi banjir," katanya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026