Mataram, 5/8 (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Barat H. Irchamni Chabiburahman mengatakan rencana pendirian kantor perwakilan imigrasi di Kota Bima sudah dikategorikan mendesak karena akan ada banyak warga asing di daerah itu.
"Sudah mendesak untuk buka perwakilan imigrasi di Bima karena ada kegiatan investasi bernilai empat triliun rupiah sehingga akan ada banyak orang asing yang ke sana," kata Chabiburahman, dalam pertemuan koordinasi dengan Tim Komisi III DPR di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat di Mataram, Kamis.
Pertemuan koordinasi itu merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Tim Komisi III DPR yang dipimpin Fahri Hamzah ke wilayah NTB sejak 4-7 Agustus 2010.
Chabiburahman mengatakan, investasi triliunan rupiah itu sudah positif sehingga kehadiran petugas imigrasi di Bima pun harus diprogramkan dalam tahun ini.
"Kalau jadi beroperasi tahun ini maka harus ada petugas imigrasi yang mengurus orang asing di sana, karena itu kantor perwakilan imigrasi di Bima sangat diperlukan," ujarnya.
Menurut dia, tanah untuk pembangunan kantor perwakilan imigrasi di Bima itu sudah disiapkan oleh pemerintah setempat, namun belum didukung pengalokasian anggaran untuk infrastruktur bangunan yang diperlukan.
Pemerintah Kota Bima menghendaki dibukanya kantor perwakilan imigrasi di sana karena jarak tempuh dari Kota Bima ke Kabupaten Sumbawa yang memiliki Kantor Imigrasi (Kanim) relatif jauh.
"Mungkin masalah ini perlu dibahas untuk mempercepat harapan didirikannya kantor perwakilan imigrasi di Bima," kata Chabiburahman kepada Tim Komisi III DPR.
Investasi triliunan rupiah yang dimaksudkan Chabiburahman yakni pertambangan marmer.
Menurut Wakil Gubernur NTB H. Badrul Munir yang sempat ke China untuk mempromosikan potensi marmer itu, Bima memiliki kandungan marmer dapat dikatakan terbesar di wilayah NTB yakni mencapai 135 juta meter kubik.
Diperkirakan kapasitas produksi setiap tahun mencapai satu juta kubik, dan sejumlah investor di bidang pertambangan memperkirakan eksplorasi tambang marmer di Bima itu dapat berkisar antara 600 ribu hingga satu juta meter kubik setahun.
"Kalau setahun marmer yang diproduksi satu juta meter kubik maka butuh 135 tahun untuk mengeksplorasi marmer di Bima itu," ujarnya.
Potensi marmer yang dimiliki NTB itu sempat dipromosikan di pameran marmer dunia di China, 6-7 Maret lalu oleh Wagub NTB Badrul Munir dan Wali Kota Bima H Qurais H Abidin yang saat itu masih menjabat Wakil Wali Kota atau sebelum Wali Kota Bima Nur Latief meninggal dunia.
Upaya promosi itu untuk menggaet investor dunia yang berminat menggarap marmer di kawasan pegunungan Bima NTB itu dan investor China pada akhirnya meminatinya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026