Mataram, 30/8 (ANTARA) - Universitas Mataram Nusa Tenggara Barat bersama Universitas Malaya Kuala Lumpur Malaysia berkomitmen untuk menjalankan kerja sama yang sudah terjalin meskipun saat ini terjadi konflik antar kedua negara.

  "Kami tetap berkomitmen menjalankan kerja sama yang sudah disepakati," kata Rektor Universitas Mataram (Unram) H Sunarpi di Mataram, Senin.

  Sunarpi mengaku tidak khawatir dengan situasi yang sedang memanas karena pihaknya bersama dengan Universitas Malaya hingga saat ini masih menjalin komunikasi yang baik untuk melakukan berbagai penelitian dan pembuatan karya tulis secara bersama-sama sesuai dengan yang sudah disepakati dalam nota kesepahaman.

  Bahkan, kata Sunarpi, Unram sudah mampu menyelesaikan dua karya tulis ilmiah yang bisa diterbitkan di jurnal ilmiah internasional. Hal itu berkat bantuan dari pihak Universitas Malaya, yang membantu dalam hal perbaikan tulisan.

  "Komunikasi antar dosen dari dua universitas berbeda ini terus terjalin. Bahkan Universitas Malaya, berupaya terus mendorong dosen Unram untuk menulis karya ilmiah. Apalagi di sana memiliki banyak editor, sehingga membantu mempermudah untuk bisa dimuat di jurnal internasional," katanya.

  Pembuatan karya tulis ilmiah secara bersama itu, kata dia, merupakan salah satu butir dari MoU yang sudah ditandatangani dengan Dekan Fakultas Sains University of Malaya Prof Mohd Sofian Azirun, di Mataram pada 8 Juni 2010.

  Jalinan kerja sama tersebut sebagai tindak lanjut dari kunjungan Unram  ke Malaysia pada akhir 2009.

  Menurut Sunarpi, kerja sama yang akan dilakukan tentunya dengan kesesuaian bidang yang ada di Unram maupun di Universitas Malaya. Dalam konteks kerja sama ini, beberapa penelitian akan dilakukan terkait dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

  Beberapa hal yang akan menjadi fokus dari kerja sama yakni membuat karya tulis ilmiah dan penelitian di beberapa wilayah perairan yang ada di NTB untuk mengidentifikasi jenis rumput laut dan penelitian mengenai hama dan penyakit tanaman.

  Menurut Sunarpi, jalinan kerja sama yang sudah disepakati tidak akan berakhir di atas kertas, tetapi akan ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan nyata dan tidak akan terpengaruh oleh situasi politik kedua negara.

  "Kami yakin masalah yang terjadi antar kedua negara bisa diselesaikan melalui jalur diplomasi," katanya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026