Lombok Barat, NTB,  (ANTARA) - Memasuki H-10 Lebaran 1431 Hijriah, aktivitas di Pelabuhan Penyeberangan Lembar Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, relatif masih sepi.

  "Saat ini kondisi areal parkir masih sepi, hanya nampak beberapa kendaraan yang lalu lalang," kata Manager Operasional PT Indonesian Ferry ASDP Pelabuhan Lembar, Lunggu Simanjuntak, di Lembar (31/8).

  Menurut dia, kondisi di Pelabuhan Penyebrangan Lembar hingga H-10 kali ini sangat berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya yang H-15 sudah terlihat adanya kenaikan arus penumpang.

  Ia memprediksi untuk lonjakan arus mudik Lebaran tahun ini masih sama seperti prediksi tahun-tahun sebelumnya, yakni lonjakan baru akan terjadi pada H-4 dan H-3 Lebaran, sehingga diprediksi naik sekitar 10 persen dari tahun sebelumnya.

  Dikatakannya, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang itu pihaknya bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait dengan membentuk posko angkutan Lebaran yang bertujuan agar pemudik merasa nyaman dalam menggunakan jasa pelabuhan.

  "Untuk persiapan lonjakan itu, kita bekerja sama dengan instansi terkait dengan membentuk posko angkutan Lebaran pada H-7 hingga H+7 mendatang," katanya.

  Dikatakannya, posko tersebut berfungsi juga sebagai pusat informasi bagi para pemudik, sehigga para pemudik dapat merasa aman dan nyaman selama berada di perjalanan.

  Selain itu, kata Lunggu, sejauh ini pihak Manager Operasional PT Indonesian Ferry ASDP Pelabuhan Lembar telah menyiapkan sekitar 19 kapal.

  "Satu kapal yakni KMP Nusa Bhakti sedang dalam proses 'docking', tapi kita optimis 19 armada ini bisa mencukupi untuk arus mudik Lebaran, termasuk untuk mengantisipasi lonjakan penumpang," katanya.

  Menurut dia, sebagai langkah antisipasi terjadinya lonjakan yang drastis pihaknya telah menyiapkan 26 trip dengan jadwal penyeberangan setiap satu jam.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026