Mataram (ANTARA) - Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Mataram, Nusa Tenggara Barat, ikut mengawasi jalannya perayaan "Lebaran Topat" (Lebaran Ketupat) yang digelar oleh masyarakat Pulau Lombok di sejumlah objek wisata pantai.
Kepala Tim I Pengamanan Lebaran Topat Wilayah Pantai Tanjung Karang, Kota Mataram, Letda Laut Nana Suryana, di Mataram, Jumat, mengatakan kegiatan pengawasan melibatkan 23 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL).
Seluruh personel yang terlibat dibagi dalam tiga tim, yaitu tim 1 berada di Pantai Tanjung Karang Ampenan dengan jumlah personel tujuh orang, tim 2 berada di Pantai Bintaro Ampenan tujuh orang, dan tim 3 berada di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, sembilan orang.
"Tim 1 dan 2 masing-masing dilengkapi dengan satu unit sekoci, sedangkan tim 3 'stand by' di Lembar dengan Kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla)," kata Nana di sela kegiatan pengawasan di Pantai Tanjung Karang, Ampenan, Kota Mataram.
Menurut dia, TNI AL ikut terlibat dalam pengawasan, khususnya di wilayah pantai, dengan tujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menikmati suasana Lebaran Topat dengan cara mandi di laut.
Kegiatan pengawasan di wilayah laut, kata dia, juga dibantu oleh aparat dari Kepolisian Daerah (Polda) NTB yang menerjunkan lima personel Polisi Air dan Udara (Polairud) di masing-masing lokasi dan lima personel dari Badan SAR Nasional (Basarnas) NTB, juga di masing-masing lokasi perayaan Lebaran Topat.
"Polairud Polda NTB juga sudah menyediakan satu unit sekoci. Demikian pula dengan Basarnas NTB juga menyediakan satu unit sekoci di masing-masing lokasi yang bisa digunakan untuk melakukan pertolongan bagi korban yang tenggelam," ujarnya.
Untuk menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan, kata dia, pihaknya juga sudah menjalin kerja sama dengan para nelayan yang tinggal di sekitar pantai. Mereka diberikan penyuluhan agar ikut mengawasi warga yang sedang mandi di laut.
Penyuluhan secara langsung juga diberikan kepada warga, terutama para orang tua, agar tetap waspada dan memantau anak-anaknya ketika sedang berada di pantai. Apalagi kondisi cuaca saat ini dinilai masih belum begitu baik.
Nana menambahkan, kegiatan pengawasan akan terus dilakukan selama warga masih melakukan kegiatan di sekitar pantai.
"Sampai malam, bahkan 24 jam, kami akan tetap 'stand by' di sini jika memang masih ada warga beraktivitas," katanya.
Tradisi Lebaran Topat merupakan budaya masyarakat Lombok yang digelar tujuh hari setelah Idul Fitri.
Selain berekreasi di sejumlah objek wisata, berbagai kegiatan keagamaan juga dilakukan, seperti serakalan dan cukur rambut anak bayi di makam-makam ulama yang dianggap keramat. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026