Mataram, 30/9 (ANTARA) - Masyarakat Nusa Tenggara Barat pengguna kendaraan bermotor di Pulau Lombok makin berminat menggunakan bahan bakar pertamax meskipun harganya jauh lebih tinggi dari premium.

   "Ada peningkatan yang signifikan sejak dua bulan terakhir ini," kata Kepala  Operasional Pertamina Depo Ampenan Wawan Gunawan didampingi Wira Penjualan Rayon XI Jimmy Wijaya, di Mataram, Kamis.

   Ia mengatakan, pertamax mulai didistribusikan Pertamina Depo Ampenan di seluruh wilayah Pulau Lombok sejak awal April 2010 melalui tujuh unit stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

   Sebanyak empat unit SPBU yang melayani pengisian pertamax berlokasi di Kota Mataram, satu unit di Kabupaten Lombok Barat dan dua unit lainnya berada di Kabupaten Lombok Timur.

   "Pada awal distribusi pertamax jumlahnya mencapai 16-24 kiloliter (kl) setiap hari, kemudian meningkat hingga mencapai 64 kl/hari sejak dua bulan terakhir," ujarnya.

   Gunawan dan Jimmy menduga peningkatan minat masyarakat NTB menggunakan pertamax itu erat kaitannya dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap manfaat bahan bakar dengan tingkat pembakaran hampir sempurna itu.

   Harga pertamax jauh lebih mahal  dibandingkan premium. Pertamax yang dijual di SPBU Rp6.700/liter sementara premium hanya Rp4.500/liter.

   Menurut mereka pertamax mempunyai nilai oktan RON (research octane number) yang lebih tinggi, yakni sekitar 92 (nilai pertamax plus 95), sehingga lebih mudah terbakar atau menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna jika dibandingkan dengan oktan RON premium yang berada dibawah 89.

   Mesin kendaraan bermotor yang menggunakan pertamax akan lebih bersih, lebih bertenaga dan lebih irit.

   Selain itu, premium masih mengandung timbal (leaded fuel) sedangkan pertamax dan pertamax plus bebas timbal (unleaded fuel).

   Pertamax dan pertamax plus diproduksi dengan menggunakan bahan baku berkualitas tinggi yang telah memenuhi standar "International World Wide Fuel Charter F" menuju katagori I.

   Dari aspek sifat fisika atau properti bahan baku pertamax dan pertamax plus memiliki stabilitas oksidasi yang lebih tinggi dari destilasi atau titik didih yang lebih rendah.

   Kandungan olefin, aromatik dan benzener-nya telah dibatasi sehingga pembakarannya lebih sempurna.

   Keunggulan lainnya pertamax dan pertamax plus dilengkapi dengan aditif generasi lima atau aditif generasi terakhir, yakni aditif yang berfungsi menyempurnakan proses kimia pada pembakaran di dalam mesin, dan telah memperoleh sertifikasi dan laboratorium independen berstandar international di Houston, Texas Amerika Serikat (pusat riset bahan bakar dan motorgas dunia).

   Aditif tersebut juga melarutkan air dalam tangki mobil sehingga dapat mencegah karat dan korosi pada saluran dan tangki mesin.

   "Pada akhirnya kita bisa menekan biaya perawatan kendaraan dan menghemat konsumsi bahan bakar hingga 6,7 persen," ujarnya.

 

Stok berlebihan

Gunawan mengatakan, jika dibandingkan dengan premium dan bahan bakar lainnya seperti solar dan minyak tanah, stok pertamax di Pertamina Depo Ampenan saat ini tergolong berlebihan.

   "Stok pertamax di Depo Ampenan saat ini diperkirakan cukup untuk kebutuhan selama 335 hari ke depan," ujarnya.

   Sementara stok premiun, kata Gunawan, hanya cukup untuk kebutuhan 7,7 hari ke depan, solar 5,7 hari ke depan dan minyak tanah cukup untuk kebutuhan 6,3 hari ke depan.

   Namun sebelum stok itu habis datang lagi stok baru untuk kebutuhan beberapa hari yang akan terus berkelanjutan.

   "Besok atau lusa masuk lagi stok baru untuk jenis premium, solar dan minyak tanah. Secara umum ada aktivitas 14-16 kapal tanker setiap bulan di Depo Ampenan," ujarnya. (*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026