Jakarta (ANTARA) - Para regulator di Uni Eropa memulai penyelidikan resmi terhadap Google, hari Selasa.  Penyelidikan itu, seperti dilaporkan Reuters, menekan Google untuk menawarkan konsesi atas aduan "antitrust".

Langkah dari Komisi Eropa itu terjadi sembilan bulan setelah Foundem, situs perbandingan harga, dan mesin pencari ejustice.fr menuduh algoritma Google menjatuhkan hasil pencarian mereka di web karena mereka adalah saingan Google.

Ciao, perusahaan milik Microsoft, juga mengajukan pengaduan ke Komisi Eropa atas standar syarat dan ketentuan yang diterapkan Google.

"Komisi akan menyelidiki apakah Google telah menyalahgunakan posisi dominannya di pasar pencarian online dengan cara  sengaja menurunkan peringkat hasil pencarian pesaingnya," kata eksekutif Uni Eropa dalam pernyataan.

Komisaris Persaingan Joaquin Almunia mengatakan terlalu dini untuk mengatakan ada masalah dengan praktik-praktik bisnis Google.

"Saya ingin  menjelaskan  bahwa ini bukan berarti pasti ada masalah - itu jauh terlalu dini," katanya dalam sidang Parlemen Eropa.

Google menyatakan akan bekerja sama dengan regulator.

"Selalu ada akan ruang untuk perbaikan, jadi kita akan bekerja sama dengan Komisi untuk mengatasi setiap masalah," kata juru bicara Google.

Perusahaan itu membela formula mereka  yang  memeringkat situs web dan mengatakan telah berhenti menggunakan kontrak eksklusif hampir dua tahun yang lalu.

"Kami membangun Google untuk pengguna, bukan untuk situs web, dari pemeringkatan ini memang ada situs web yang tak akan senang dengan posisi mereka," kata jurubicara itu.

"Situs-situs itu telah mengadukan bahkan menggugat kami selama ini,  tetapi dalam semua kasus ada alasan kuat mengapa situs mereka diberi peringkat buruk oleh algoritma kami."

Komisi itu juga akan mencari tahu tuduhan  bahwa Google akan menetapkan kewajiban eksklusivitas pada mitra-mitra iklannya dengan tujuan mengalahkan mesin pencari lainnya. Komisi juga akan menyelidiki dugaan pembatasan portabilitas data kampanye iklan online Google terhadap platform iklan online pesaing mereka. (*)












NILAI EKSPOR NTB MENURUN

  Mataram, 1/12 (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat

mencatat nilai ekspor pada Oktober 2010, mencapai lebih dari 82,7 juta

dolar AS atau menurun dibandingkan September yang mencapai lebih dari

263,9 juta dolar AS.
  "Nilai ekspor Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Oktober 2010, menurun

sebesar 68,66 persen, jika dibandingkan nilai ekspor September 2010," kata

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, H Soegarenda, di Mataram, Rabu.
  Barang-barang yang diekspor pada Oktober 2010, kata dia, ditujukan ke

empat negara yaitu Jepang, dengan nilai lebih dari 82,6 juta dolar AS atau

sebesar 99,93 persen, kemudian urutan kedua ditujukan ke Hongkong,

dengan nilai lebih dari 22 juta dolar AS atau sebesar 0,03 persen dari total

nilai ekspor.
  Jenis barang yang diekspor masih didominasi oleh konsentrat tembaga

hasil produksi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang beroperasi di wilayah

Batu Hijau, Sumbawa Barat.

   Nilai ekspor konsentrat tembaga pada Juli 2010 mencapai lebih dari

192 juta USD atau sebesar 99,96 persen, disusul mutiara mencapai lebih dari

63 ribu dolar AS dan anyaman nabati lebih dari 15 ribu dolar AS.

   "Khusus untuk mutiara, nilai ekspornya pada Juli mengalami

penurunan dibandingkan bulan lalu yang mencapai lebih dari 102 ribu dolar

AS," katanya.

   Sementara nilai impor NTB pada Juli 2010, kata Soegarenda, mencapai

lebih dari 12,6 juta dolar AS. Nilai itu meningkat 28,69 persen dibandingkan

nilai impor pada bulan lalu yang mencapai lebih dari 9,7 juta dolar AS.

   Sebagian besar barang yang diimpor berasal dari Australia, dengan nilai

mencapai lebih dari 7,7 juta dolar AS atau 61,84 persen, Amerika Serikat

lebih dari 1,4 juta USD atau 19,62 persen, Jepang lebih dari 1,2 juta dolar AS

atau 9,74 persen dan Singapura lebih dari 578 ribu dolar AS atau 4,58

persen.

   Jenis barang yang diimpor pada Juli 2010, adalah mesin-mesin atau

pesawat mekanik, benda-benda dari besi dan baja, karet dan barang dari

karet, besi dan baja, mesin atau peralatan listrik dan lainnya.

   "Nilai impor mesin-mesin atau pesawat mekanik mencapai lebih dari

3,8 juta dolar AS, benda-benda dari besi dan baja lebih dari 3,2 juta dolar AS,

karet dan barang dari karet lebih dari 1,1 juta dolar AS, dan mesin atau

peralatan listrik lebih dari 876 ribu dolar AS," sebut Soegarenda.(*)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026