Aksi unjuk rasa puluhan massa Muslimat Hizbut Tahir di depan gedung DPRD NTB di Jalan Udayana Mataram, Rabu itu dikawal aparat kepolisian. Mereka membawa spanduk dan poster bertuliskan protes dan penolakan terhadap hubungan seks di luar nikah.
Puluhan massa itu berjalan kaki dengan tertib dari Jalan Pemuda Mataram menuju gedung DPRD NTB di Jalan Udayana Mataram dan menggelar orasi secara bergiliran.
Koordinator Muslimat Hizbt tahir Iffah Ainur Rochmah mengatakan, masyarakat sangat prihatin terhadap semakin tingginya kasus penularan HIV/AIDs di dunia termasuk Indonesia demikian juga di NTB.
"Kami merasa prihatin selama ini upaya penanggulangan HIV/AIDs belum membuahkan hasil karena berbagai program yang dilaksanakan tidak menyentuh akar permasalahan," katanya.
Untuk itu, katanya, hendaknya semua pihak menyadari bahwa sala satu seumber penularan HIV/AIDs adalah prilaku seks bebas, penyimpangan seksual dan penyalahgunaan narkoba.
"Karena itu hentikan program-program penanggulangan HIV/AIDS yang bertentangan dengan syari'at Islam, yakni dengan kampanye kondomisasi dan penggunaan jarum suntik steril karena nyata-nyata tidak melarang perzinahan dan konsumsi narkoba yang dilarang Allah.
Ia mengatakan, program-program tersebut membuat para kemaksiatan merasa aman, karena seolah-olah bisa terhindar dari penyakit yang mematikan itu.
Para aktivis Hizbut Tahir juga minta propaganda penyimpangan seksual di balik program Komunikasi dan Edukasi tentang HIV/AIDs, karena lebih banyak mengarahkan generasi muda pada sikap pengakuan terhadap kelompok yang dilaknat Allah," katanya.
Sebelumnya Wakil Gubernur NTB, H. Baderul Munir mengakui bahwa, penemuan kasus HIV/AIDS di daerah ini cendrung meningkat setiap tahun.
Hingga Maret 2010 jumlah penderita HIV positif tercatat 169 orang, meningkat dibandingkan tahun 2009 sebanyak 167 kasus, sedangkan kasus AIDS tercatat 130 kasus juga meningkat dari tahun lalu yang tercatat 128 kasus.
Dikatakannya, jika dicermati, dari penemuan kasus HIV/AIDS bahwa kelompok umur terbanyak yang beresiko tinggi tertular HIV/AIDS adalah kelompok produktif antara usia 20 tahun hingga 39 tahun mencapai 87,12 persen. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026