"Tindakan yang dilakukan pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak sejalan dengan kebijakan legislatif dan eksekutif yang memberikan keringanan kepada 1.500 pelanggan baru di wilayah Lombok Barat," katanya di Lombok Barat, Kamis.
Pernyataan tersebut dikemukakannya setelah mendapat laporan masyarakat Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, yang mengeluhkan tingginya biaya pemasangan sambungan baru.
Menurut dia, ribuan pelanggan baru itu akan diberikan keringanan biaya pemasangan dengan cara kredit, sehingga memberikan kemudahan bagi warga terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah untuk memperoleh air bersih.
Ahmad menilai, PDAM Menang-Mataram sudah mempersulit masyarakat dengan beban biaya besar, meski biaya pendaftaran dilakukan dengan kredit.
"Saya tidak heran jika warga Desa Langko mengeluh dengan persoalan tersebut karena "reservoir" atau penampungan air PDAM berlokasi di desa tersebut," ujarnya.
Ia meminta warga segera melaporkan resmi berbagai masalah tersebut ke DPRD Lombok Barat, sehingga pihaknya bisa segera mengambil tindakan tegas.
Kepala Desa Langko H Muhammad Arjuna sebelumnya menjelaskan keluhan warganya terkait biaya pemasangan saluran air bersih oleh PDAM Menang-Mataram yang dinilai terlalu mahal.
Mahalnya harga pemasangan baru itu menyebabkan sebagian warga mengurungkan niatnya memiliki saluran air bersih dari PDAM.
Ia menjelaskan, biaya sambungan baru menghabiskan Rp1 juta lebih. Biaya tersebut belum termasuk biaya pendaftaran sebesar Rp1,2 juta.
PDAM juga mengenakan biaya lain seperti biaya pembelian pipa tambahan dan biaya pembobolan jalan aspal sebesar Rp200 ribu untuk satu sambungan.
"PDAM Menang-Mataram hanya menanggung satu batang pipa berukuran empat meter, sementara sisanya sepenuhnya merupakan tanggungan masyarakat," katanya.
Warga juga menyesalkan pembelian pipa harus melalui petugas PDAM dengan harga Rp17.500 per batang dan tidak diperbolehkan membeli di luar.
Belum lagi pemasangan pipa dilakukan sendiri oleh warga, tanpa mendapat pengawasan dari pihak PDAM, sehingga pipa yang sudah tertanam rentan bocor.
Direktur Utama PDAM Menang-Mataram H Suhaili ST yang dikonfirmasi enggan menerima wartawan, meski sudah empat kali dimintai keterangannya terkait persoalan tersebut.
"Pimpinan akan segera berangkat k menghadiri rapat pimpinan," kata staf PDAM Menang-Mataram yang bertugas menerima tamu. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026