Mataram, 11/12 (ANTARA) - Museum Rekor Dunia Indonesia memberikan dua penghargaan untuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah memfasilitasi terciptanya dua rekor baru yakni makan ikan dengan peserta sebanyak 23.608 orang dan pengadaan fasilitas kolam ikan di sekolah sebanyak 794 unit kolam.
Penghargaan Muri berbentuk piagam itu diserahkan Manajer Muri Sri Widayati kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH M. Zainul Majdi yang diwakili oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTB H. M. Ali Syahdan, di sela-sela acara Gemar Makan Ikan, yang digelar di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, di Mataram, Sabtu.
Penghargaan serupa juga diberikan kepada Ketua Umum Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi NTB Hj. Rabiatul Adawiyah, (istri dari Gubernur NTB TGH Zainul Majdi) dan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTB.
"Saya mewakili Bapak Jaya Suprana (Direktur Muri) untuk mengumumkan dua rekor baru ini sekaligus menyerahkan penghargaan kepada Pemprov NTB dan Forikan NTB yang telah memfasilitasi terciptanya rekor muri ini," ujarnya.
Sri mengatakan, rekor baru makan ikan dengan peserta sebanyak 23.608 orang ini memecahkan rekor sebelumnya yang tercipta di Rembang, Provinsi Jawa Tengah, yakni makan ikan dengan jumlah peserta sebanyak 17.368 orang.
Dia mengaku mendapatkan angka 23.608 orang peserta makan ikan itu dari hasil penghitungannya.
"Sudah kami hitung peserta makan ikan ini tercatat sebanyak 23.608 orang dan ini memecahkan rekor sebelumnya, sehingga tercatat di Muri dengan Nomor 4634/R.Muri/XII/2010," ujarnya.
Sementara rekor baru pengadaan fasilitas kolam ikan di sekolah yang tercatat sebanyak 794 unit kolam yang menyebar di berbagai sekolah di wilayah NTB.
"Kalau yang ini benar-benar rekor baru karena baru Pemerintah Provinsi NTB yang memfasilitasi pengadaan kolam ikan di sekolah. Ini pertama kali dan tercatat di Muri dengan Nomor 4635/R.Muri/XII/2010," ujar Sri dihadapan ribuan peserta Gemar Makan Ikan itu.
Sebelum pengumumkan rekor Muri itu, Ketua Panitia Pelaksana Gemar Makan Ikan H. Ismail, melaporkan, kegiatan yang bertujuan meningkatkan nilai konsumsi ikan di kalangan masyarakat NTB itu, diikuti oleh siswa SLTP dan MTs negeri maupun swasta, dan pekerja swasta serta pegawai pemerintah.
Gemar Makan Ikan itu digelar di tiga lokasi yakni Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Kantor Wali Kota Mataram dan di 40 sekolah yang menyebar di Kota Mataram.
Kegiatan di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB itu diikuti oleh 2.360 orang peserta baik pelajar SLTP/MTs maupun pegawai pemerintah dan swasta serta aparat TNI dan Polri.
Kapolda NTB Brigjen Polisi Arif Wachyunadi dan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Mataram Lalu Mariyun, dan sejumlah pimpinan TNI juga terlihat hadir dalam Gemar Makan Ikan atau aksi bakar ikan secara massal itu.
Sementara acara Gemar Makan Ikan di Kantor Wali Kota Mataram diikuti lebih dari 500 orang.
"Kalau kegiatan Gemar Makan Ikan di 40 sekolah itu dihadiri 20 ribu orang, namun yang dikonsumsi merupakan makanan olahan ikan yang sudah digoreng, sehingga total peserta Gemar Makan Ikan di tiga lokasi itu tercatat sebanyak 24.165 orang," ujar Ismail.
Dia menyebut jumlah ikan yang dikonsumsi dalam acara tersebut sebanyak 25 ribu ekor atau seberat lima ton, terdiri dari ikan nila sebanyak 15 ribu ekor (3,75 ton), ikan lele sebanyak 5.000 ekor (650 kilogram) dan ikan patin sebanyak 5.000 ekor (satu ton).
Untuk pengadaan kolam ikan di sekolah, melibatkan 446 sekolah dengan jumlah kolam ikan sebanyak 794 unit yang menyebar di 10 kabupaten/kota.
Ismail juga mengungkapkan bahwa kegiatan Gemar Makan Ikan yang digelar dalam suasana memperingati HUT ke-52 Pemprov NTB itu, diwarnai kampanye gemar makan ikan dan pelibatan pengurus Muri untuk memberi penilaian.
"Karena pesertanya banyak, kami libatkan Muri untuk mencatatnya sebagai rekor baru karena melebihi jumlah peserta makan ikan pada rekor sebelumnya di Rembang, Jawa Timur," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026