Mataram, 13/12 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berupaya merebut pin emas program iman dan takwa dari Kementerian Agama, melalui presentasi yang akan disampaikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi, di Jakarta, 14 Desember 2010.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Syafi'i, di Mataram, Senin mengatakan, pihaknya akan mendampingi gubernur untuk mempresentasikan program iman dan taqwa (imtaq) terutama di lingkungan pendidikan bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, H. Lalu Suhaimi Ismy.
"Kegiatan imtaq merupakan bagian yang tak terpisahkan dari NTB dengan moto Beriman dan Berdaya Saing (Bersaing), kalau dikaitkan dengan masalah pendidikan. Untuk itu, gubernur akan mempresentasikan bagaimana upaya kita membumikan imtaq di hadapan Menteri Agama, H. Suryadharma Ali," ujarnya.
Gubernur NTB, kata dia, akan memperesentasikan berbagai kegiatan keagamaan dengan lima provinsi lainnya, yaitu Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Bangka Belitung.
Beberapa kegiatan imtaq menonjol yang akan dipresentasikan Gubernur NTB adalah kegiatan pengajian di sekolah-sekolah dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Provinsi NTB, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat pelajar, MTQ antar SKPD di lingkup Pemerintah Provinsi NTB, imtaq di setiap SKPD pada hari Jum'at.
Selain mempresentasikan kegiatan bernuansa keagamaan, gubernur dari kalangan ulama tersebut juga akan memberikan gambaran kepada Menteri Agama mengenai perhatian Pemerintah Provinsi NTB terhadap madrasah dan para siswanya terutama dari kalangan keluarga kurang mampu.
Pemerintah Provinsi NTB sejak 2009 telah mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk puluhan ribu siswa miskin yang sekolah di madrasah dalam bentuk beasiswa miskin.
Masing-masing siswa tingkat madrasah ibtidaiyah (MI) menerima beasiswa sebesar Rp360 ribu per tahun, sedangkan siswa madrasah tsanawiyah (MTs) Rp600 ribu per tahun dan siswa madrasah aliyah (MA) Rp780 ribu per tahun.
Beasiswa tersebut cukup membantu kelancaran proses pendidikan di madrasah, mengingat siswa madrasah di NTB saat ini didominasi oleh siswa kurang mampu.
"Jika melihat upaya Pemerintah Provinsi NTB dalam hal keagamaan dan perhatian kepada madrasah. Wajib hukumnya kita memperoleh pin emas dari Menteri Agama. Dan itu merupakan kado termanis untuk Hari Ulang Tahun NTB ke-52 pada 17 Desember mendatang," ujarnya.
Syafi'i menambahkan Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen menjadikan imtaq sebagai kegiatan yang membumi dan sebagai urat nadi seluruh komponen masyarakat NTB.
Melalui imtaq juga diharapkan sumber daya manusia NTB yang beriman dan berdaya saing (Bersaing) bisa diwujudkan. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026