Mataram, 18/12 (ANTARA) - Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat akan memperbanyak jumlah tokoh agama kesehatan untuk mewujudkan angka kematian ibu dan bayi menuju nol.

   "Kami akan merekrut tokoh agama kesehatan sebanyak 25 orang khusus ditempatkan di lima kabupaten di Pulau Sumbawa. Yang ada sekarang sebanyak 25 orang di Pulau Lombok," kata Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat (NTB) Khaerul Anwar, di Mataram, Sabtu.

   Menurut dia, tokoh agama tersebut direkrut sebagai mitra pemerintah dalam menyosialisasikan program Pemerintah Provinsi NTB dalam bidang kesehatan, khusunya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi menuju nol (Akino).

   Di Pulau Lombok misalnya, yang kental dengan nuansa religius, kata dia, telah dikembangkan kemitraan dengan kalangan tokoh agama (da'i, ustadz atau tuan guru) dan kalangan pondok pesantren.

   Melalui suara tokoh agama tersebut dititipkan pesan-pesan tentang kesehatan ibu dan anak (KIA) kepada sasaran masyarakat. Melalui bahasa agama dan memanfaatkan momen keagamaan disampaikan informasi tentang kesehatan pada pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui dan anggota masyarakat yang memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.

   "Perekrutan para tokoh agama yang ditugaskan di wilayah tingkat kecamatan sebagai bentuk strategi pendukung yang tidak boleh ditinggalkan untuk mengatasi permasalahan angka kematian ibu di NTB," ujarnya.

   Selain kemitraan, kata Khaerul, dukungan pihak lain juga sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan angka kematian ibu yang sangat kompleks dan membutuhkan sumberdaya yang besar.

   Kemitraan menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan sumberdaya dalam rangka menyelesaikan permasalahan angka kematian ibu di NTB, yang hingga September 2010 mencapai 2,1 persen atau menurun dibandingkan 2009 yang mencapai 87,5 persen.

   Pemerintah sangat berharap kepada tokoh agama kesehatan sebagai mitra dapat menginisiasi dan menjamin kelanjutan serta percepatan program kesehatan prioritas dalam hal ini adalah Akino.

   "Program kemitraan lainnya yang telah dilakukan dan perlu dikembangkan lebih lanjut antara lain PNPM Mandiri, Pondok Pesantren, Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG), keterlibatan lembaga pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana serta lembaga swadaya masyarakat," kata Khaerul.(*)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026