SUMBAWA BARAT AKAN MEMPERLUAS WILAYAH KONSERVASI PENYU

id

        Sumbawa Barat (ANTARA) - Dinas Perikanan Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat,  akan memperluas wilayah konservasi penyu yang selama ini hanya berada di kawasan cagar alam Tatar Sepang, Kecamatan Sekongkang.

        Kepala  Dinas Perikanan Sumbawa Barat  H. Abbas, di Taliwang, Kamis, mengatakan sejak beberapa tahun terakhir populasi penyu  terus bertambah, dan berdasarkan data jumlah tukik atau anak penyu bisa bertambah  ribuan ekor setiap bulan.

         Penangkaran penyu di beberapa wilayah masih dikelola secara mandiri oleh masyarakat yang dibantu pihak swasta. Memang sudah saatnya pemerintah daerah membantu memfasilitasi perluasan wilayah konservasi penyu.

        "Pada 2010  pemerintah dan kelompok swadaya dibantu perusahaan swasta telah melepas kurang lebih 13.000 ekor tukik di sejumlah perairan Sumbawa Barat," terangnya.

          Ia mengatakan, ke depan selain menjaga populasi penyu dari perdagangan ilegal, pemerintah daerah juga akan menggagas program konservasi penyu berbasis pariwisata dan edukasi.

           Pemerintah daerah ingin menjadikan keanekaragaman hayati ini menjadi aset wisata dan pusat koservasi penyu nasional.

         "Kami sudah punya prorgam khusus pengembangan penangkaran penyu sehingga daerah dapat dijadikan pusat percontohan dan aset wisata berbasis konservasi," katanya.

          Ia mengatakan, pihaknya belajar dari pemerintah daerah dan pelaku pariwisata di Tanjung Benoa, Provinsi Bali. Penangkaran penyu di sana bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

           "Kami juga melakukan penelitian dan survei terhadap beberapa lokasi pengembangan penangkaran penyu dan kawasan konservasi," katanya.

          Salah satunya, kata dia, di kawasan Poto Tano, Pulau Kenawa dan beberapa gili atau pulau kecil. "Selain itu, di wilayah Kecamatan Maluk, Sekongkang dan Jereweh," katanya.

(*)