Mataram, 24/1 (ANTARA) - Lembaga pemerhati usaha mikro dari Australia membantu usaha budidaya ikan air tawar di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat guna memperkuat usaha ekonomi produktif masyarakat.

   Bendahara Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar, Tekad Sejahtera, Gegutu Timur, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang H. Sainun, di Mataram, Senin, bantuan dari lembaga Australia sebesar Rp100 juta itu akan disalurkan dalam dua tahap.

   "Lembaga pemerhati ekonomi mikro dari Australia tersebut tertarik memberikan dana hibah karena menilai kelompok kami memiliki komitmen yang kuat untuk berusaha," katanya.

   Ia mengatakan, bantuan diberikan dalam dua tahap, pada tahap pertama sebesar Rp75 juta, kemudian pada tahap kedua sebesar Rp25 juta. Jadi total bantuan yang telag diberikan sebanyak Rp100 juta.

   Ia mengatakan, bantuan dari lembaga luar negeri tersebut dimanfaatkan untuk membantu memperkuat modal anggota kelompok agar usaha budidaya yang dikelolanya tetap bisa berkembang.

   Jumlah anggota Kelompok usaha budidaya ikan air tawar Tekad Sejahtera, sebanyak 49 orang, dari sebelumnya mencapai ratusan orang, namun karena faktor modal sebagian anggota beralih ke usaha laun lain.

   H. Sainun mengatakan, selain memanfaatkan kolam yang dibangun di lingkungan rumah, anggota kelompoknya juga memanfaatkan aliran sungai yang ada di kampung sebagai lahan budidaya ikan air tawar dengan sistem keramba terbuka yang terbuat dari kawat.

   "Berkat bantuan dari Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Mataram, kami berhasil menjadi Kelompok Budidaya Ikan berprestasi tingkat nasional pada 2005, dan mewakili NTB," ujarnya.

   Menurut dia, jenis ikan air tawar yang dipelihara di kolam dan keramba terbuka di aliran sungai adalah ikan nila karena tergolong tahan terhadap serangan penyakit, dibandingkan dengan jenis ikan air tawar yang lain seperti karper.

   Produksi anggota kelompok, kata dia, dipasarkan ke para pedagang pengecer yang berjualan di sepanjang jalan raya Rembiga dan pasar tradisional serta  restoran dan rumah makan.

   H. Sainun mengaku, anggotanya bisa menikmati keuntungan karena dari biaya produksi mampu ditekan dengan adanya bantuan luar negeri dan bantuan dari Pemerintah Kota Mataram.

   "Bantuan modal dari luar negeri kami kelola untuk simpan pinjam dan membeli pakan secara borongan, sehingga harganya relatif lebih rendah dibandingkan membeli eceran. Kami akan terus berupaya mencari peluang bantuan dari luar negeri," ujarnya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026