Mataram, 15/3 (ANTARA) - Sekitar 16 ribu ton beras dari Nusa Tenggara Barat (NTB) siap dikirim ke Nusa Tenggara Timur, dan setengah dari beras tersebut rencananya dikirim melalui Pelabuhan Lembar.

  "Rencananya April mendatang ada delapan ribu ton beras dikirim dari sini (Lembar) dan sisanya melalui pelabuhan lain," kata General Manager PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III Cabang Lembar, Risun Riswanto, di Lembar, Lombok Barat, NTB, Minggu.

  Menurut dia, Pelabuhan Lembar siap untuk menjadi pelabuhan muat komoditi beras karena infrastruktur di pelabuhan tersebut cukup memadai, sebab Pelabuhan Lembar selama ini juga telah dimanfaatkan untuk bongkar muat berbagai macam komoditi, selain untuk penumpang.

  Meski demikian, ia mengakui bahwa arus barang di Pelabuhan Lembar selama ini masih didominasi barang yang dibongkar, sedangkan barang dimuat relatif kecil.

  Arus barang melalui Pelabuhan Lembar pada 2008 mencapai 627,9 ribu ton. Dari arus barang tersebut hanya sekitar 28,3 ribu ton yang dimuat, sedangkan sisanya barang yang dibongkar di pelabuhan itu.

  Barang yang dibongkar di Pelabuhan Lembar dikelompokkan menjadi tiga yakni curah kering, utamanya pupuk dan semen,  curah cair dan general cargo, sedangkan barang yang dimuat selama ini hanya general cargo.

  Sementara itu, Kepala Bulog Divre NTB, Angky Pratomo pada sosialisasi program raskin (beras miskin) akhir januari 2009 mengungkapkan bahwa Bulog Divre NTB pada  2009 akan menyediakan gabah sebanyak 170.000 ton atau 3 kali lipat  dibandingkan dengan realisasi tahun 2007.

Dari jumlah tersebut, sebanyak  70.000 ton untuk memasok kebutuhan Bulog Divre Bali dan NTT. "Jika surplus gabah/beras tahun 2009 di NTB lebih besar lagi, Divre Bali dan Divre NTT dapat membeli langsung ke Divre NTB”, katanya.

Sedangkan pada 2008 realisasi gabah/beras dari Bulog Divre NTB sebanyak 130.000 ton atau 2 kali lipat dari jumlah tahun 2007 dan dari jumlah tersebut Bulog Divre NTB telah mengirim gabah/beras sebanyak 50.000 ton ke Bulog Divre Bali dan NTT. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026