Tiga orang korban terluka itu masing-masing dua orang pengunjuk rasa dan seorang anggota polisi, demikian laporan wartawan ANTARA dari Benete saat menyaksikan unjuk rasa ribuan orang menuntut saham Newmont tujuh persen diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.
Unjuk rasa tersebut diikuti ribuan orang warga Sumbawa Barat, mahasiswa, dan para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemerintah kabupaten. Mereka mendukung keinginan pemerintah daerah membeli tujuh persen saham Newmont.
Kapolres Sumbawa Barat AKBP Hadi Gunawan mengakui ada seorang anggotanya terluka akibat kena lemparan pengunjuk rasa.
Ia mengatakan sebanyak 460 orang personel dikerahkan untuk mengamankan aksi massa tersebut.
Korban terluka langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat dengan menggunakan mobil ambulans yang sebelumnya telah disiagakan.
Massa pengunjuk rasa berusaha menerobos pagar kawat pembatas area PT Newmont Nusa Tenggara sehingga akhirnya terjadi aksi saling lempar batu dan benda keras lainnya.
"Korban yang luka terutama dua pengunjuk rasa dirawat di Puskesmas Maluk karena terluka di bagian kepala, " kata koordinator aksi massa Kamaruddin.
Unjuk rasa menuntut tujuh persen saham Newmont hingga Senin petang masih berlangsung, mereka terus berorasi dan terkonsentrasi di dekat lokasi Government Relations PT Newmont Nusa Tenggara di Benete, Maluk.
Puluhan orang perwakilan pengunjuk rasa yang terdiri atas anggota DPRD berada di Town Site Newmont untuk bertemu dengan manajemen perusahaan tambang emas dan tembaga tersebut.
Namun manajemen PTNNT tidak bersedia bertemu dengan perwakilan pengunjuk rasa.
"Kami ingin menemui perwakilan manajemen untuk menagih langsung pemberlakukan Perda No. 1/2010 tentang Komisi Pertambangan Daerah," kata anggota DPRD Sumbawa Barat Amiruddin Embeng. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026