Mataram, 7/5 (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mencatat jumlah peserta ujian nasional tingkat sekolah dasar pada 2011 mencapai 7.034 orang.

  "Semua siswa sekolah dasar (SD) yang sudah masuk jadi peserta dipastikan akan ikut ujian nasional (UN) mulai Senin (9/5), karena hingga hari ini tidak ada laporan yang mengundurkan diri," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kota Mataram H Zaenal Arifin, di Mataram, Sabtu.

   Ia mengatakan, pihaknya sudah mengimbau seluruh kepala sekolah untuk mempersiapkan para siswanya agar mengikuti UN yang dijadikan sebagai salah satu indikator untuk mengetahui mutu pendidikan di tingkat sekolah dasar.

   Jumlah SD yang menjadi penyelenggara UN pada 2011 sekitar 142 SD. Setiap sekolah akan diawasi oleh guru dan tenaga pengawas dari Dinas Dikpora Kota Mataram.

   Ia mengatakan, untuk menjaga kondisi keamanan di tingkat satuan pendidikan,  pihaknya mempersilakan aparat kepolisian  melakukan penjagaan namun dengan berpakaian sipil.

   "Pengawasan UN SD sebenarnya tidak ada dari unsur kepolisian. Selain karena faktor anggaran terbatas, pengawasan di sekolah oleh polisi memang tidak ada dalam prosedur operasional standar UN. Tetapi kalau memang aparat ingin membantu dari sisi pengamanan, kami persilakan," katanya.

  Menurut dia, aparat kepolisian diminta untuk membantu pengawasan dan kelancaran dalam distribusi naskah soal UN mulai dari percetakan hingga ke sekolah penyelenggaran ujian nasional.

  Distribusi naskah soal UN tingkat SD di Kota Mataram akan berlangsung Minggu (8/5). Jalur distribusi soal  dari percetakan, Polres Mataram, Dikpora Mataram baru diteruskan ke Polsek sebelum diambil oleh sekolah penyelenggara.

  Dengan pengawasan ketat mulai dari proses distribusi hingga pelaksanaan UN, Zaenal memastikan tidak akan ada kebocoran soal yang bisa merusak kredibilitas UN.

  "Kejujuran tetap menjadi prioritas, meskipun yang ujian siswa SD. Kami juga berharap hasil UN tahun ini bisa lebih baik dari sebelumnya yang hampir 100 persen," ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026