Mataram, 26/5 (ANTARA) - Sebanyak 45 karya seni media karya seniman dari 14 provinsi di Indonesia dipamerkan di Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat di Mataram selama lima hari, 26-30 Mei 2011 yang dirangkai dengan diskusi dengan tema "Menggagas Kekinian Indonesia Dalam Seni Media".
  Kurator, Seniman Seni Media yang juga Ketua Forum Lenteng, Hafiz di Mataram, pada jumpa pers terkait pelaksanaan pamern, di Mataram, Kamis mengatakan, pameran seni media tersebut digelar atas kerjasama  Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dan Taman Budaya NTB.
  Pameran seni media yang baru pertama kali digelar di Mataram (NTB) ini mengusung tema   "Menggagas Kekinian Indonesia Dalam Seni Media" yang dirangkai dengan disukusi yang menampilkan sejumlah pembicara, antara lain Hafiz (Kurator, Seniman Seni Media dan Ketua Forum Lenteng, Yusuf Susilo Hartono (Pemimpin Redaksi Visual Arts)  dan Kepala Taman Budaya NTB Lalu Agus Fathuraahman,
  45 karya seni media yang akan dipamerkan itu terdiri atas 19 karsemni video 13 komik online dan 13 imaging digital , antara lain bertajuk "Adegan Usai Hujan" karya Syaiful Anwar, "Fruitifications" karya Krina Mukti dan "Crach", karya Anggun Priambodo.
  Karya seni media yang dipamerkan itu tediri atas 29 perserta undangan dan 26 karya hasil kompetisi, Semua karya seni media tersebut cukup menarik terutama di kalangan geberasi muda.
  Pimpinan Redaksi  Redaksi Visual Art  Yusuf Susilo Hartono mengatakan, perkembangan teknologo telah melahirkan dunia kreatif berbasis teknologi yang banyak orang menyebut seni media.
  "Berbagai macam bentuk seni yang berbasis teknologi menjadi arus besar mengikuti fenomena sosial yang terjadi   di sekeliling kita. Fenomena seni media telah memberi ruang kreatif terutama bagi seniman muda untuk bereksperimen dan mengeksplorasi.
  Senin media, katanya, merupakan salah satu cabang dari seni yang pada hakekatnya merupakan seni hibrida yang lahir dari pertemuan ekspresi estetik dengan perkembangan teknologi.
  Era keterbukaan dean masuknya teknologi digital yang murah telah memberi peluang kepada seniman sebagai manusia kreatif terutama seniman muda untuk merespon fenomena ini melalui eksperimen dan eksplorasi seni yang berbasis teknologi informatika dalam karya-karyanya.
  "Fenomena seni media Indonesia mulai berkembang sekitar tahun 1990-an. Namun hingga kini masih banyak masyarakat yang kebingungan tentang seni media," katanya.
  Berbagai pertanyaan kemudian bermunculan padahal dalam kesehariannya mereka menjadi bagian dari tumbuhkembangnya kehadiran seni media, intervensi teknologi informasi ke masyarakat begitu besar yang terkadang tidak disadari oleh masyarakat itu sendiri. (*)

 

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026