Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Gita Aryadi, di Mataram, Sabtu, mengatakan, untuk membudayakan masyarakat bervisi wisata diperlukan upaya nyata antara lain memperbanyak even pariwisata, selain penataan obyek wisata unggulan.
"Karena itu, ada penambahan even dalam kalander pariwisata NTB 2011 yang tentunya dimaksudkan untuk menarik wisatawan sebanyak-banyaknya," ujarnya.
Aryadi mengatakan, sejak beberapa tahun lalu NTB sudah memiliki kalender pariwisata tahunan sejak Januari hingga Desember. Namun, diperbaharui agar mengakomodasi berbagai even pariwisata yang belum tergarap.
Sebelumnya, kegiatan pariwisata di Januari diawali dengan Festival Kesenian Tradisional Mbojo di Bima, Pulau Sumbawa, yang biasanya digelar akhir Januari atau awal Pebruari.
Kini, kalender pariwisata NTB dimulai dengan perayaan Tahun Baru yakni penyediaan obyek wisata untuk perayaan malam pergantian tahun di berbagai lokasi unggulan, seperti Pantai Senggigi, tiga gili, air terjun Otak Kokoq, Pantai Kuta, Pantai Maluk dan obyek wisata lainnya.
Kegiatan pariwisata tahunan di bulan Februari hingga Maret yakni Bau Nyale di Desa Kuta dan Seger di Kabupaten Lombok Tengah dan Desa Kaliantan dan Jerowaru di Kabupaten Lombok Timur. Bau Nyale adalah kejadian alam yakni pemunculan cacing laut yang dikaitkan dengan budaya.
Kegiatan lainnya yakni Hanta U'a Pua di Kabupaten Bima yakni upacara keagamaan yang kental dengan kehidupan Islami, sebagai bentuk penghargaan Sultan Bima kepada guru ngajinya.
Selanjutnya kegiatan Rebo Bontong/Mandi Safar di Gili Air, Kabupaten Lombok Utara, dan sebagian daerah di Lombok Timur, yakni mandi bersama yang dilaksanakan di akhir bulan Safar menurut kalender Islam.
"Ada juga kegiatan Pesta Ponan di Kabupaten Sumbawa yang digelar untuk menyukuri hasil laut dan pertanian. Pameran seni rupa, fotografi dan pagelaran seni dan pertunjukan juga diagendakan Februari," ujarnya.
Kegiatan pariwisata di bulan Maret yakni Pawai Ogoh-ogoh menyongsong Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu di NTB, Fertival Papaosan oleh masyarakat Sasak, Lombok, dan Barapan Kerbau di Sumbawa Besar menyambut datangnya musim tanam padi dan Rebo Bontong (mandi Sapar) di Desa Keranji, Labuapi, Lombok Barat, oleh masyarakat desa pada sumur yang dikeramatkan.
Kalender pariwisata di bulan April berupa Malean Sampi (kesenian parade sapi berlari) setelah musim panen dan menjelang musim tanam berikutnya di Lombok Barat, Festival Gendang Beleq untuk menyambut tamu yang datang ke Pulau Lombok dan Pacuan Kuda Tradisional di Pulau Sumbawa, serta lomba kepembayunan yakni upacara adat perkawinan (sorong serah ajikrama) di Lombok TImur.
Kegiatan pariwisata di bulan Mei yakni peringatan Maulid Nabi yang biasanya digelar selama sebulan secara berpindah-pindah dari masjid ke masjid.
Kegiatan lainnya yakni Pekan Budaya Samawa (Sumbawa), permainan begasingan atau permainan rakyat Suku Sasak.
Kegiatan di bulan Juni berupa Berampok atau tradisi masyarakat Sumbawa Barat yang saling memukul menggunakan ikatan padi sebagai ungkapan rasa kegembiraan atas hasil panen, dan Lomba Dansa Internasional yang dilaksanakan di pulau Lombok untuk menggaet wisatawan.
Kalender pariwisata di bulan Juli berupa Festival Senggigi (atraksi seni dan budaya tradisional suku Sasak), NTB Expo untuk promosikan hasil bumi ndan Festival Seni Pelajar untuk melestarikan seni budaya di kalangan pelajar, serta pendakian Gunung Rinjani.
Kegiatan di bulan Agustus berupa Apresiasi Budaya tradisional Sasak (Lombok) dan Mbojo (Sumbawa), Lomba Surfing (Surfing Competition) di Dompu dan Sumbawa, Pacuan Kuda Tradisional di Bima, Paresean (atraksi kejantanan lelaki Sasak dalam sebuah pertarungan dengan senjata tradisional), lomba Cidomo tradisional dan Begangsingan (permainan rakyat saat panen di sawah).
Kegiatan pariwisata Sail Indonesia di bulan September, Lebaran Topat dan Lombok Triathlon (lari maraton).
Di bulan Oktober berupa Mulang Pakelem (pemberian sesaji kepada para dewan oleh umat Hindu) dan Perang Topat (lempar ketupat), sementara Pacuan Kuda Tradisional di Bima.
"Kegiatan pariwisata di Bulan Nopemeber dan Desember berupa Perang Topat (perang ketupat) di Lingsar, Lombok Barat, Khatamal Massal (bebaskan buta baca dan tulis Al Quran, Bulan Citra Budaya, Malam Apresiasi Visit Lombok Sumbawa dan Rinjani Begawe (pesta rakyat di kawasan Gunung Rinjani)," ujar Aryadi. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026