Mataram, (ANTARA) - Bank Indonesia Mataram, Nusa Tenggara Barat, memproyeksikan nilai penukaran uang pecahan selama bulan puasa hingga menjelang Idul Fitri 1432 Hijriah mencapai Rp40 miliar atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanya Rp33 miliar.

   "Pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Barat (NTB) ikut mempengaruhi meningkatnya penukaran uang pecahan pada bulan puasa hingga menjelang lebaran," kata Pimpinan Bank Indonesia (BI) Mataram H M Junaifin, di Mataram (29/7).

   Menurut dia, peningkatan nilai penukaran uang oleh masyarakat pada bulan puasa Ramadhan sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi suatu daerah, selain oleh permintaan perbankan untuk keperluan cadangan pada saat libur cuti bersama
BI Mataram, kata dia, siap melayani permintaan uang pecahan berapa pun jumlahnya. Pihaknya selalu menyediakan uang tunai untuk mengantisipasi permintaan masyarakat terutama pada saat hari-hari besar keagamaan.

   BI Mataram juga akan menambah jam pelayanan hingga pukul 15.00 WITA menjelang Idul Fitri 1432 Hijriah, sehingga tidak terjadi antrean cukup panjang seperti yang terjadi pada 2009 lalu.

   "Pada saat itu, kami terpaksa membuat loket tambahan dilantai dasar untuk melayani kebutuhan masyarakat akan uang pecahan untuk keperluan lebaran," ujarnya.

   Untuk menghindari membludaknya pengunjung menjelang lebaran, Junaifin meminta masyarakat dan instansi pemerintah dan swasta untuk menukarkan uang pecahan kecil lebih awal atau sejak memasuki bulan puasa Ramadhan.

   "Pengalaman tahun sebelumnya masyarakat di daerah ini biasanya melakukan penukaran pada tujuh hari sebelum lebaran (H-7), sehingga antrean panjang tidak dapat dihindari," katanya.

   Junaifin menambahkan, sejak 2010, penukaran uang pecahan juga bisa dilakukan di sejumlah bank konvensional, sehingga tidak harus ke Bank Indonesia Mataram.

   Untuk itu, ia meminta pihak perbankan untuk melayani masyarakat dengan baik sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.

   Rata-rata uang pecahan kecil yang dibutuhkan masyarakat pada bulan suci Ramadhan dengan nominal Rp10.000 ke bawah.

   "Tradisi masyarakat di Pulau Lombok yakni membagikan 'hol' uang tunai kepada kaum kurang mampu dan sanak keluarga. Makanya, penukaran uang pecahan menjelang lebaran cukup tinggi," katanya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026