Dompu, 3/8 (ANTARA) - Pemadaman listrik secara bergilir masih terjadi di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, meskipun Perusahaan Listrik Negara Cabang Bima telah menambah tiga unit mesin pembangkit listrik tenaga diesel berkekuatan 2,5 mega watt di Dompu.

   "Selain masih terjadi pemadaman bergilir, aliran listrik kerap sekali padam mendadak tanpa sebab. Anehnya, padamnya aliran listrik itu, terjadi saat warga menjalankan ibadah shalat taraweh, kata seorang pelanggan PLN Arifuddin di Dompu, Rabu.

  Ia mengatakan, pada saat menjelang berbuka puasa, lampu padam hingga satu jam. Padahal, saat berbuka puasa, shalat tarawih dan waktu sahur adalah saat-saat penggunaan listrik oleh warga.

  Arifuddin menduga seringnya mati listrik sengaja dilakukan PLN. Padahal sebelum bulan puasa, listrik di daerah ini tidak pernah padam, walau sebentar.

   Warga juga takut pemadaman listrik tersebut dijadikan kesempatan oleh para pelaku pencurian dan perampokan karena sebagian warga melaksanakan shalat tarawih.

   "Setiap bulan puasa seluruh anggota keluarga melaksaakan shalat taraweh. Karena mati lampu seperti ini, kami takut dijadikan kesempatan bagi orang yang berniat jahat," katanya.

  Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) PT PLN Ranting Dompu, Agus Salim menjelaskan tidak ada unsur kesengajaan atas padamnya listrik di Dompu.

  Agus mengakui jika pihaknya sempat memberlakukan pemadaman bergilir, namun dilaksanakan sebelum Agustus.

  Hal itu terpaksa dilakukan karena terjadi gangguan pada tiga unit mesin pembangkit tenaga listrik tenaga diesel Ni-u di Bima. Mesin jenis MAK dengan daya 1,3 mega watt dan mesin sewaan PLN dengan kekuatan 1 mega watt (mgw) dan 400 mgw.

  "Di Dompu pemadaman berlangsung hanya tiga hari yakni sejak 27-31 Juli 2011. Bahkan kita juga optimalkan mesin di PLTD Sanggar yang hanya bekekuatan 300 mgw," katanya.

   Sering terjadinya mati listik secara mendadak, diyakini Agus akibat gangguan alam. Jaringan listrik atara Sape, Bima, Ni-U dan Dompu, menggunakan sistem interkoneksi.

   Jika terjadi konsleting akibat terkena dahan atau kelelawar yang jatuh mengenai kabel aliran listrik, maka akan terjadi gangguan.

   "Di Ranggo pada hari ke dua puasa, terjadi konsleting karena kabel kita terkena bambu yang roboh menimpa kabel," katanya.

   Ia meminta warga untuk lebih proaktif melaporkan ke PLN, manakala menemukan adanya gangguan yang menyebabkan matinya lampu di daerah pelanggan. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026