Mataram, 17/9 (ANTARA) - Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, terus berbenah diri memasuki usianya ke-18 tahun agar bisa menjadi kota yang maju, religius dan berbudaya.
"Dalam masa satu tahun kepemimpinan saya, berbagai upaya terus dilakukan untuk mewujudkan ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini menjadi kota yang maju, religius dan berbudaya," kata Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh, pada acara peringatan hari ulang ke-18 Kota Mataram di Mataram, Sabtu.
Peringatan HUT ke-18 Kota Mataram tersebut dihadiri oleh Gubernur NTB H. M. Zainul Majdi, Mantan Wali Kota Mataram H. M. Ruslan, Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, Pimpinan Bank Indonesia Mataram H. M. Junaifin, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Keluarga (PKK) NTB Hj. Rabiatul Adawiyah Majdi dan anggota forum komunikasi pimpinan daerah Kota Mataram.
Ia mengatakan, berbagai terobosan, upaya dan ikhtiar pembangunan di berbagai sektor yang dilakukan secara bertahap telah memberikan hasil yang cukup menggembirakan.
Pembangunan di Kota Mataram, sudah menunjukkan hasil. Hal itu dilihat dari capaian laju pertumbuhan ekonomi pada 2010 yang mencapai 7,93 persen atau paling tinggi diantara 10 kabupaten/kota di NTB, bahkan tertinggi di Indonesia.
Menurut Ahyar, kontribusi yang paling besar dalam pertumbuhan ekonomi di Kota Mataram, dari sektor komunikasi, yakni sebesar 28,32 persen. Di susul sektor perdagangan 18,56 persen, sektor keuangan dan jasa perusahaan 15,86 persen dan sektor industri pengolahan menyumbang kontribusi sebesar 12,04 persen.
"Sebagai bagian dari wilayah NTB, pertumbuhan perekonomian Kota Mataram terus berkembang yang ditandai dengan meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD), pendapatan per kapita dan laju pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Kinerja Pemerintah Kota Mataram, kata dia, juga tergambar dari terobosan dan kebijakan wali kota dalam berbagai bidang pembangunan, sehingga dalam rentang usia yang relatif masih remaja, Pemerintah Kota Mataram berhasil meraih 58 tanda jasa dan penghargaan nasional dan internasional.
Pemerintah Kota Mataram juga berhasil meraih beberapa prestasi di bidang penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik seperti penghargaan presiden sebagai daerah yang berhasil mempertahankan produksi beras di atas rata-rata nasional lima persen, peningkatan produksi beras dari Kementerian Pertanian, anugerah brevet dari Kepolisian Republik Indonesia, dalam bidang kedokteran kepolisian.
"Kementerian Pekerjaan Umum juga memberikan penghargaan bidang cipta karya dalam penanganan rumah kumuh, sanitasi air bersih dan pembinaan bangunan gedung," katanya.
Dalam bidang pendidikan, kata Ahyar, Kota Mataram telah meraih angka kelulusan 100 persen pada Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs tahun 2011. Angka kelulusan itu lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 99,81 persen dan berada di atas rata-rata provinsi sebesar 99,62 persen dan di atas rata-rata nasional sebesar 99,45 persen.
Selain itu, kata dia, pada masa kepemimipinannya bersama H. Mohan Roliskan, pihaknya telah mampu mengubah wajah Kota Mataram menjadi kota yang semakin hidup "kota yang terang benderang", yang ditandai dengan aktivitas ekonomi yang hampir 24 jam.
Geliat ekonomi tersebut, kata Ahyar, tidak lepas dari upaya menciptakan ekonomi kerakyatan yang bertujuan memberikan kemudahan untuk berwirausaha bagi masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah.
"Semua keberhasilan itu tentunya belum cukup, karena tidak ada kata puas untuk peningkatan pembangunan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Masih banyak hal yang harus dibenahi yang dalam prosesnya memerlukan dukungan semua pihak," kata Ahyar Abduh. (*)
***6***
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026